Jumat, 18 Januari 2013

Parrot


Mungkin karena mulut ikan ini mirip dengan paruh burung parrot atau burung nuri sehingga ikan yang berasal dari keluarga cyclid ini dijuluki ikan parrot. Ikan ini umumnya berwarna merah, tetapi beberapa jenis baru ada yang warnanya ngejreng seperti hijau muda, kuning, biru muda dan ungu.
Parrot ini tergolong ikan ramah. Berbeda dengan saudaranya yang cukup temperamen, louhan, yang cenderung untuk individual, berusaha mempertahankan teritorial dengan menyerang ikan lain. Parrot akan lebih cantik apabila dipelihara secara beramai-ramai dalam aquarium.

Pakan

Pemeliharaan parrot ini cukup mudah. Binatang air ini gemar menyantap baik pakan alami maupun buatan.

Pakan alami, dapat berupa cacing sutra, cacing darah. Di pasaran, pakan alami parrot ini tersedia dalam bentuk segar, kering maupun beku.

Pakan buatan, saat ini hobiis lebih banyak menyukai pakan buatan ini. Nutrisi yang lengkap dan seimbang menjadi pertimbangan utama, disamping kepraktisan penyimpanan, relatif lebih murah dan lebih mudah dicari di toko-toko terdekat. Pakan buatan ini juga lebih aman dibanding pakan alami, sisa pelet yang tidak termakan hanya sedikit mengeluarkan residu nitrit dan amonia dibanding pakan alami. Pakan buatan juga lebih hiegenis karena tidak membawa bibit penyakit.

Hokky Parrot Premium Color Enhancher adalah pakan terbaik untuk parrot. Hokky Parrot Premium Color Enhancher menjamin warna parrot akan lebih cemerlang dalam 1 minggu. Hal ini karena Spirulina yang terkandung dalam pakan ini. Berbagai vitamin yang terkandung di dalam pelet Hokky Parrot Premium Color Enhancher membantu meningkatkan kekebalan tubuh parrot terhadap penyakit.

Pemeliharaan

Feeding, Berikan pelet Hokky Parrot Premium Color Enhancher sebanyak yang bisa dihabiskan parrot dalam 15 menit. Berikan sehari dua kali. Keluarkan pakan tersisa agar tidak mengotori air.

Seperti umumnya keluarga ciclid lainnya, temperatur air yang ideal untuk parrot berkisar antara 25-30°C.

Ikan ini tergolong bandel sehingga tidak memerlukan sistem filter yang rumit. Meski begitu parrot tetap memerlukan sistem filterisasi yang tepat. Setidaknya ada tiga sistem filter yang dapat digunakan dalam aquarium, yaitu sistem Hanging, Internal dan External. Media filter yang umum digunakan untuk parrot seperti kapas sintetik, Filter mat, dan karbon aktif.

Filter adalah filter yang diletakkan diatas aquarium. Prinsip kerja sistem ini yaitu pompa submersible menghisap air kotor yang lalu dialirkan kedalam box yang berisi media filter. Air yang sudah tersaring akan turun secara grafitasi kembali ke aquarium. Di pasaran juga terdapat filter hanging yang pompa dan medianya sudah terpadu alias Built in, kita tinggal menempelkan hanging filter tersebut ke tepi kaca aquarium bagian atas. Namun mesti diingat, Hanging filter terpadu umumnya hanya menampung sedikit media filter sehingga hanya dapat digunakan untuk aquarium berukuran kecil.

Filter internal adalah filter yang langsung disekat dari aquarium utamanya. Bagian yang disekat ini umumnya berukuran seperlima ukuran aquarium utama. Bagian yang disekat ini dapat dibagian samping maupun belakang aquarium utama. Dalam sekatan ini kita tempatkan media filter dan pompanya.

Filter External, dengan sistem ini media dan pompa diletakkan diluar aquarium. Air kotor secara grafitasi akan turun ke tabung media filter dan selanjutnya air yang bersih akan dikembalikan kedalam aquarium menggunakan pompa.

Mana yang paling baik diantara ketiga sistem ini? Masing-masing memiliki keunggulan dan kelamahan. Filter hanging, yang menggunakan box media (tersedia dipasaran umumnya berukuran kecil) yang digantung atau diletakkan diatas aquarium hanya dapat menampung sedikit media filter, sehingga kurang dapat menyaring kotoran ikan dengan baik. Filter External cukup baik dalam hal keindahan karena “benda asing” seperti selang, pipa dan pompa plus medianya relatif tersebunyi. Kelemahan sistem filter external adalah kurang dapat menarik kotoran secara maksimal karena pusat hisap yang hanya pada satu titik. Sehingga terkadang kita masih harus menarik kotoran yang berukuran besar secara manual (Penyifonan). Jika kita memilih filter internal, kita harus pandai-pandai “mengelabuhi” mata kita. Pasalnya ruang filter ini mengambil tempat lumayan besar dari aquarium utama. Selama kita secara rutin membersihkan celah sekat antara aquarium utama dengan ruang filter tampaknya sistem filter internal lebih baik dalam hal menjaga kualitas air. Hal ini karena pusat hisap yang lebih merata baik untuk kotoran dasar maupun kotoran permukaan. Penggantian air cukup dilakukan sepertiga volume air tiap satu bulan sekali.

Dekorasi

untuk memelihara parrot baiknya cukup sederhana saja alias minimalis. Pasalnya, ikan ini suka bergerombol dan bersembunyi, bila kita meletakkan ornamen kayu-kayuan atau batu yang besar, bisa-bisa parrot hanya akan bersembunyi di balik kayu atau batu tersebut.

Penyakit

Parrot merupakan ikan yang cukup tahan terhadap serangan penyakit. Masalah kesehatan yang umum pada parrot adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan agen patogen lainnya. White spot sering terjadi apabila temperatur terlalu rendah, dan kepadatan populasi yang terlalu tinggi. White spot juga sering terjadi di musim pancaroba. Gejala white spot adalah adanya bulatan atau spot berwarna putih. Pengobatanya cukup dengan menaikkan temperatur minimal 28°C dan pemberian methylene blue.

Luka luar dapat menyebabkan infeksi oleh jamur seperti tail rot, dan fin rot. Sirip dan ekor yang membusuk dapat diobati dengan methylene blue, malachite green, phenoxyethyl alcohol.

Sumber:
http://www.primapet.co.id/parrot.php

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...