Selasa, 13 November 2012

Aquascape. Keindahan Alam Dalam Aquarium.


Siapa yang ngga ngiler liat pemandangan diatas? Itu bukan dihutan atau pun di taman, percaya atau tidak itu hanya ada dalam sebuah kotak kaca berisi air yang bernama aquarium. Sebuah sentuhan sederhana seni aquascape dapat merubah sebuah aquarium sederhana menjadi sebuah pemandangan menakjubkan. Dan luar biasanya lagi tumbuhannya bukanlah terbuat dari plastik tapi tumbuhan asli yang dapat tumbuh dan berkenbang.
Aquascape adalah adalah kegiatan yang lebih menekankan pada seni mengatur tanaman air, batuan fossil, kayu dalam sebuah box kaca (aquarium), sehingga membentuk tampilan yang indah. dalam aquascape lebih menitik beratkan pemeliharaan tanaman air dibanding yang lainnya karena ,bisa dibilang lebih cenderung seperti berkebun di dalam air, dan ikan yang tidak merusak tanaman air sebagai hiasan tambahannya maka dari itu pembuatan aquascape hampir seluruhnya menggunakan bahan bahan dari alam.

Karena lebih mengutamakan tanamannya, maka ikan yang dipilih untuk di dalam aquascape harus ikan yang tidak merusak tanaman (jangan pilih ikan jenis maskoki).
Jumlah ikan juga harus diperhitungkan dengan jeli dan disesuaikan dengan jenis tanaman yang mendominasi aquascape (jenis tanaman merambat, membesar).
Selain ikan, ornamen yang bisa ditambahkan untuk menghias aquascape adalah ornamen berbentuk akar pohon yang sudah menjadi fosil. untuk menciptakan aquascape yang indah beserta perawatannya dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan pengetahuan mengenai kimia dan biologi.

Peralatan Yang Diperlukan

  • Aquarium
  • Lampu
  • Filter
  • Pasir (Substrat)
  • Pupuk Dasar / Pupuk Cair
  • Tanaman
  • Batu / Driftwood (kayu bakau)
  • Ikan
  • CO2 (opsional)

Cara Pembuatan

Seperti halnya sebuah karya seni lainnya, tidak ada ketentua khusus dalam pembuatan aquascape semuanya harus bersumber dari jiwa sang seniman. Tapi secara garis besar aquascape bisa dibuat dengan cata berikut:

LANGKAH PERTAMA:












Siapkan aquarium,

LANGKAH KEDUA:


Taburkan pupuk dasar, pumice atau pasir malang. Tambahkan sedikit carbon active atau arang untuk mencegah nutrisi yang berlebihan dan mengurangi wabah algae pada saat pertama kali setup.
Pupuk dasar diperlukan untuk tanaman yang bertumbuh kembang dengan akar, jika tanaman yang digunakan berupa moss, riccia atau tanaman lain yang tidak ditancap, maka penggunaan pupuk dasar boleh diabaikan.

LANGKAH KETIGA:


Gunakan pasir malang kasar / atau pumice sebagai pembatas sekaligus tempat tinggal bakteri dan tempat pengakaran, substrate yang terlalu padat akan membuat tanaman tidak dapat bernafas dan berakar yang berujung pada pembusukan akar dan kematian tanaman.



LANGKAH KE EMPAT:

Tambahkan pasir sebagai media paling atas, gunakan pasir ukuran 2-3mm untuk membantu pengakaran tanaman dan memudahkan proses menanam. Pasir yang terlalu kasar akan susah ditanami, pasir yang terlalu tajam akan melukai akar tanaman dan membuat busuk. Gunakan pasir yang telah dicuci dengan bersih agar mengurangi kemungkinan kotornya aquarium dengan partikel atau debu.


LANGKAH KE LIMA:


Silahkan mengatur hardscape / layout dari aquascape. Batu dan kayu akan memberikan kesan yang lebih alami dan memungkinkan untuk membuat titik fokus dari aquascape.
Tanaman silahkan disesuaikan dengan hardscape. Batu-batu jangan disebar di seluruh aquarium, tetapi buatlah kombinasi dan berikan kedalaman maksimal untuk tata letak.



Waspadai ketinggian batu, jika Anda menempatkan batu kecil agar tidak tertutup oleh tanaman, batu batu yang terlalu besar tidak memberikan efek kedalaman yang diinginkan.

LANGKAH KE ENAM:


Pilihan tanaman harus dilakukan sesuai dengan ukuran dan tata letak layout. Untuk tata letak ini saya memilih tanaman kecil karena ukuran aquarium yang mini.
Gunakan pinset untuk memudahkan proses tanam. Bagi tanaman dalam porsi kecil kemudian tancapkan kedalam substrate / pasir atau diikatkan ke kayu (tergantung jenis tanaman). Pemisahan tanaman pada porsi kecil dan merata akan membuat tanaman lebih cepat menyebar daripada menanamnya dalam jumlah besar pada titik tertentu. Jika telah selesai menanam isi air pelan pelan agar hardscape tidak rusak.


HASIL AKHIR :

Tunggu beberapa saat (maksudnya beberapa minggu/bulan), dan hasilnya:


Merawat Aquascape

1. Mengganti air yang menguap

Penguapan air akuarium sangat bergantung pada suhu dan tipe akuarium. Suhu yang tinggi mengakibatkan banyak terjadi penguapan. Tipe akuarium yang banyak mendapatkan sinar akan menguapkan air lebih banyak dibandingkan akuarium yang lebih sedikit menerima sinar.
Penguapan menyebabkan konsentrasi berbagai bahan seperti garam, kalsium, bahan kimia dan polutan hasil metabolisme ikan menjadi lebih pekat, sehingga perlu segera ditambahkan air yang baru. Penambahan air untuk mengganti air yang menguap ini bisa dilakukan setiap hari atau setiap minggu, tergantung banyaknya air yang menguap.

2. Membersihkan kaca akuarium dan mengganti air

Pencahayaan yang cukup tinggi dalam aquascaping mampu memicu pertumbuhan lumut di dinding kaca akuarium. Banyak cara untuk menghambat pertumbuhan lumut tersebut. Salah satunya dengan menggunakan hewan pemakan lumut seperti Ikan Siamese algae eater, otocinclus sp. , malaysian snail, ramshorn, pond snail, mystery snail dan udang red cherry. Cara lain untuk membersihkan kaca dan menghambat pertumbuhan lumut adalah dengan menggunakan obat anti lumut / alga seperti stop algae dan vitriol 5%. Penggunaan obat anti algae ini harus sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera dalam kemasannya karena dosis yang terlalu banyak akan mematikan tanaman air. Untuk pembersihan kaca akuarium secara manual /sendiri, kita dapat menggunakan alat seperti magnet pembersih, silet yang tajam, busa resin, atau dacron.
Tidak ada aturan mengenai frekuensi pergantian air di akuarium. Hal ini sangat berhubungan dengan kepadatan ikan dan tanaman air. Namun, sebagai patokan setiap minggu lakukan pergantian 20 – 30 % dari volume air akuarium atau setiap bulan pergantian sebanyak 50 – 60 % dari volume air akuarium. Air yang dipakai sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama semalam dan diaerasi dengan aerator karena dikawatirkan kadar kaporit didalam air yang cukup tinggi akan berbahaya bagi ikan dan tanaman air apabila air tersebut tidak diendapkan terlebih dahulu.

3. Pemupukan

Pemupukan dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Penggunaan pupuk sebaiknya dilakukan secara rutin dan kontinu. Ketidakteraturan penggunaan pupuk mengakibatkan tanaman menguning bahkan mati. Jenis pupuk yang biasa digunakan yaitu pupuk cair yang takaran penggunaannya telah tertera di kemasannya dan dapat dengan mudah ditemukan di toko aquascaping.

4. Pengecekan sistem filter

Tugas filter adalah membantu menjaga kualitas air  di akuarium tetap baik secara biologis, mekanis, dan kimiawi. Oleh karena itu kondisi filter harus tetap baik. Bila terlalu banyak kotoran di filter, aliran air dalam filter akan terbendung sehingga mengurangi pergerakan air dalam akuarium dan memberi beban berlebih pada pompa air. Terlalu banyak kotoran di filter juga akan membuat limbah yang ada  di air lebih banyak daripada perombakan limbah di filter. Pembersihan filter sebaiknya minimal tiap minggu sekali sehingga kebersihan akuarium tetap terjaga.

5. Pembersihan gravel / substrat

Pembersihan gravel perlu dilakukan karena gravel sering ditutupi lumut, algae dan kotoran ikan sehingga membuat penampilan akuarium kurang baik. Fungsi pembersihan lainnya yaitu mencegah dekomposisi kotoran ikan yang nantinya akan bersifat toksik bagi ikan. Pembersihan gravel biasanya dilakukan pada permukaan gravel bagian atas saja dengan cara disifon dengan menggunakan selang. Dalam hal menyifon perlu diperhatikan ukuran selang yang digunakan karena akan berhubungan dengan daya hisap air yang dihasilkan. Semakin besar selang maka semakin besar daya hisap air ayng dihasilkan. Oleh karena itu kita harus teliti dalam memilih selang yang digunakan karena dikawatirkan akan mengeruhkan air serta mencabut perakaran tanaman. Untuk frekuensi pembersihan gravel biasanya setiap 1 bulan sekali.

6. Perawatan tanaman air

Tanaman air yang ditanam tentu akan mengalami pertumbuhan sehingga perlu adanya perawatan secara berkala. Perawatan tersebut mencakup pemangkasan tanaman dan pembersihan tanaman dari daun – daun yang telah mati. Fungsi dari pemangkasan yaitu untuk mempercantik tanaman, juga merangsang tumbuhnya cabang – cabang baru. Pemangkasan dapat menggunakan gunting yang tajam. Bagian yang dipangkas biasanya bagian pucuk atau bagian yang menutupi tanaman lainnya.

7. Pengecekan kualitas air

Kualitas air yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan aquascaping ialah CO2 (karbondioksida) bebas, oksigen terlarut (DO), siklus nitrogen, pH, suhu, dan kesadahan. Karbondioksida merupakan faktor yang amat penting dalam pemeliharaan aquascape. Karbondioksida bebas berfungsi untuk membantu mencegah pertumbuhan lumut karena dapat mengoptimalkan proses fotosintesis tanaman air, serta menjaga keseimbangan asam basa dalam perairan karena berperan dalam mempertahankan keberadaan kalsium bikarbonat dalam larutan. Karbondioksida dalam akuarium didapat dari  hasil respirasi organisme air dan difusi langsung dari atmosfer. Jumlah tersebut belum memenuhi kebutuhan karbondioksida untuk tanaman dalam akuarium, sehingga perlu dilakukan penambahan kandungan karbondioksida bebas dalam akuarium untuk mengoptimalkan fotosintesis tanaman air. Karbondioksida tersebut akan berpengaruh terhadap pH air, yaitu semakin tinggi karbondioksida bebas, maka pH air akan semakin rendah (makin asam), begitu pula sebaliknya, karena terjadi pergeseran reaksi dari bikarbonat ke karbonat dan dari karbonat ke hidroksida. Pada umumnya kisaran 10 – 30 ppm karbondioksida besas sudah sangat baik untuk tanaman air.

Sumber:
http://sibukforever.blogspot.com/2012/09/tips-membuat-aquascape-sendiri.html
http://zonaikan.wordpress.com/2012/07/14/cara-perawatan-aquascape-air-tawar/
http://aquajaya.com/articles/cara-membuat-aquascape.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...