Minggu, 25 November 2012

Marinescape. Keindahan Laut Di Rumah.


Siapa yang bisa menyangsikan keindahan laut Indonesia?
"Dari total luas terumbu karang di dunia yang mencapai 284.300 km2, 18 % (85.200 km2) diantaranya berada di wilayah Indonesia" (dikutip dari: alamendah.wordpress.com) .
Hal ini berbanding lurus dengan jumlah ikan-ikan cantik yang ada di dalamnya. Terumbu karang adalah ekosistem laut dangkal tropis yang paling kompleks dan produktif karena merupakan habitat pemijahan, peneluran, pembesaran anak, dan mencari makan bagi sejumlah besar organisme laut.

Begitu banyak wisatawan yang bahkan didominasi wisatawan manca negara, jauh-jauh datang ke pelosok negeri dan menghamburkan banyak uang hanya untuk menikmati keindahan laut Indonesia.
Sekarang bayangkan, bagaimana jadinya seandainya keindahan "Taman Laut" itu bisa kita bawa pulang ke rumah, tidak pelu jauh-jauh datang ke pelosok negri, tidak perlu menghamburkan banyak uang, tidak perlu belajar diving, dan bisa dinikmati sepanjang hari.. Terlihat mustahil? tidak untuk sekarang ini, karena kita akan membahasnya disini.

Marinescape

Masing inget denga postingan gw tentang Aquascape? sebuah pemandangan alam dalam sebuah aquarium kecil. Nah, marinescape ini adalah versi (aquarium) air lautnya, sebuah pemandangan karang dengan ikan-ikan cantik berlalu-lalang didalamnya. Dan tentunya ikan hias air laut ini tampak lebih cantik dari pada ikan hias air tawar. Warnanya lebih mencolok, dan bentuknya lebih unik.
Mahal? malahan ikan hias dan karang air laut ini jauh lebih murah dibanding ikan dan tumbukan air tawar. Namun marinescape ini memerlukan lebih banyak peralatan untuk menjaga agar ekosistem didalam aquarium tetap stabil untuk kelangsungan hidup ikan dan karang yang ada didalamnya, dan sudah pasti bisa ditebak harganya gak murah.

Apa saja peralatan yang harus diprsiapkan?

Aquarium

Jelas ini harus

Sump / Refugium (filter)

Sump adalah suatu tempat penampungan air dari aqua utama untuk dibersihkan dari kotoran (dgn skimmer), di netralkan kadar amoniaknya (dgn bantuan skimmer, bioball,dll), diturunkan kadar nitratnya (dgn bakteri atau denitrator), dan di dinginkan suhu airnya (dgn chiller). Selain itu di dalam sump itu sendiri biasanya ada satu ruang yg berfungsi sebagai refugium yg berasal dari kata refugee atau pengungsian, jadi berfungsi sebagai tempat penampungan sementara atau tempat memperbaiki kualitas air atau bisa juga tempat penampungan / stabilisasi ikan atau coral yg baru dibeli. Di dalam refugium itu bisa terdapat live rock dan pasir laut.

Skema sump:
Deskripsi Sump / Refugium Elements:
  1. Selang fleksibel (input).
  2. Bioball, fillter biologi.
  3.  Penyangga.
  4. Sekat Kaca.
  5.  Sekat Kaca.
  6. Pompa sirkulasi.
  7. Sambungan selang. Untuk memudahkan pelepasan pompa sirkulasi  tanpa mengganggu sistem.
  8. Kran. Untuk mengatur arus air.
  9. Selang fleksibel (output).
  10. Plenum system.
  11. Plastic window screen mesh.
  12. Substrat dasar.
  13.  Substrat tengah.
  14.  Substrat atas atau live sand.
  15. Karang hidup.
  16. Algae.
  17. Aliran air.
  18. Skimmer.
  19. Powerhead.

Skimmer

Untuk mengangkat lemak2 dan kotoran yg terkandung di dalam air laut yg bisa mengakibatkan tingginya kadar amoniak, nitrit dan nitrat dgn cara membuat air laut itu menjadi buih atau busa2 halus, kemudian kotoran yg terperangkap dalam buih2 tersebut akan di buang ke tempat penampungan.

Calcium Reactor


Berfungsi sebagai supply kadar kalsium ke dalam air laut, karena air laut membutuhkan kadar kalsium yg tinggi untuk pertumbuhan coral atau binatang2 laut lainnya.

Coil Denitrator

Berfungsi menetralkan kadar nitrat yg berbahaya bagi seluruh mahluk laut yg berada di aquarium tersebut.

Chiller

Berfungsi untuk menurunkan / mendinginkan suhu air laut di aquarium, krn sebagian besar coral dan ikan laut membutuhkan suhu yg cukup dingin untuk kehidupannya.

Pompa air

Berfungsi untuk mengembalikan air dari sump ke aqua utama, pompa juga dibutuhkan oleh skimmer, jadi bisa dikatakan kebutuhan akan pompa bisa lebih dari 1 buah dalam 1 aquarium.

Lain-lain

Misalnya : PH / KH tester, Calcium tester, amoniak/nitrit.nitrat tester, thermometer, salinity tester, tambahan2 bahan kimia lainnya sebagai supplemen mineral ke dalam air laut, bioball, bakteri starter.


Lampu

Lampu berperan sangat penting bagi coral dan mahluk lain untuk berfotosintesis
Lampu yang bagus untuk aqua laut adalah lampu yg bisa menirukan sinar matahari dgn ukuran 10 ribu sampai 20 ribu derajat Kelvin.

Tahapan yang harus dilakukan adalah :

  1. Masukkan pasir laut kasar setebal 1-3 cm ke dasar aquarium, lalu dilapisi dgn pasir laut halus setebal 2-3 cm.
  2. Masukkan live rock atau karang hidup lalu susun sesuai dekorasi yg di inginkan.
  3. lalu isikan air laut secara perlahan-lahan agar pasir tidak berhamburan kacau balau. Sampai air penuh mendekati bibir aquarium.
  4. Siapkan aquarium sump yg posisinya berada dibawah aquarium display (utama)
  5. Lalu pasang semua perlengkapan, seperti skimmer, bioball, denitrator, calcium reactor dan chiller.
  6. Tambahkan pula pasir laut dan liverock di dalam refugium. Bisa juga ditambah rumput asam yg berfungsi untuk menurunkan amoniak/nitrat secara alami.
  7. Jangan lupa memasang lampu, karena peran lampu itu sangat penting.

Recycling

Jika air laut sudah dimasukkan ke aquarium, maka selanjutnya perlu dilakukan cycling yang bertujuan membersihkan air laut dari kotoran dan zat2 kimia berbahaya dan juga untuk menumbuhkan kehidupan seperti plankton, copepod dan bakteri2 yg dibutuhkan untuk ekosistem air laut. Jangan memasukkan mahluk hidup apa pun selama proses cycling. Untuk mempercepat proses pertumbuhan bakteri, ada pula yang menambahkan bakteri hidup (mis. Bactopur) ke dalam sump pada bagian bioball, dimana bioball itu sebetulnya merupakan tempat berkumpulnya bakteri pengurai.
Cycling dilakukan dgn cara menjalankan aliran air dari aqua utama ke sump disertai dgn menjalankan perlatan lainnya seperti calcium reactor dan denitrator dan jika menurut teori cycling harus dilakukan terus menerus selama kurang lebih 1 bulan lamanya, tapi pada prakteknya ada yg menjalankan cycling hanya 2 minggu atau bahkan 1 minggu.
Tujuan menjalankan proses Cycling itu juga sebetulnya untuk menghidupkan lingkaran proses penguraian amoniak, nitrit dan nitrat oleh bakteri pengurai.
Lingkaran prosesnya adalah : Amoniak itu biasanya dihasilkan oleh kotoran atau sisa2 makanan yg membusuk yg diurai oleh bakteri sehingga menghasilkan amoniak, lalu amoniak ini juga diurai oleh bakteri sehingga menghasilkan nitrit, lalu nitrit itu juga diurai lagi oleh bakteri pengurai nitrit sehingga menghasilkan nitrat yg tidak berbahaya buat kehidupan di aqua.

Jika proses recycling sudah selesai, biasanya ditandai dengan munculnya Copepods, yaitu mahluk2 kecil seperti kutu air berwarna putih yang berenang2 di sekitar permukaan aquarium. Jika sudah muncul copepod maka aqua sudah siap menampung coral dan ikan.

Yang perlu diketahui :

  • Calcium berfungsi menaikkan PH air laut, jika PH tester menunjukan PH yg rendah, lalu dengan menambahkan calcium secukupnya ke dalam air maka PH akan naik kembali.
  • PH yang rendah biasanya disebabkan karena kadar amoniak yang tinggi. PH yg rendah bisa mengakibatkan tewasnya kehidupan di aquarium.
  • Coral atau terumbu karang hanya bisa hidup dgn suhu yang berkisar 22-26 Celcius. Jadi suhu perlu dijaga kestabilannya.
  • Coral bisa hidup sehat jika mendapat cukup calcium dan makanan.
  • Rata-rata Ikan hias laut tidak bisa hidup dgn suhu yang terlalu dingin, karena akan terkena penyakit white spot. Itulah sebabnya seringkali ikan dan coral tdk bisa hidup berdampingan.
  • Ikan hias laut ada yang memakan coral, seperti beberapa jenis ikan angel, trigger, dll. 
  • Tiap jenis coral atau ikan memiliki sifat dan character sendiri-sendiri yang perlu diketahui supaya tdk terjadi kekacauan di aquarium. Misalnya : ikan badut (clownfish) membutuhkan anemone sebagai tempat tinggalnya dan anemone membutuhkan ikan badut yg membantu mencari makanan buat coral
  • Penambahan jumlah ikan di aquarium sebaiknya dilakukan secara bertahap dan hati2. ikan yg baru tiba biasanya harus dikarantina dulu, karena ikan yang lebih senior biasanya suka menyerang ikan yang baru dan bisa menyebabkan ikan itu tewas.
  • Jika kita menggunakan lampu Metal Halide, maka air aqua akan menjadi panas dan dibutuhkan chiller untuk mendinginkan suhu air. Jadi jika anda menggunakan MH maka anda juga butuh Chiller.
  • Coral akan tumbuh dan berkembang menjadi besar jika cukup mendapatkan sinar yg berasal dari matahari atau lampu MH.
  • Ada bermacam2 Tehnik Skimmer yang perlu diketahui, seperti : tehnik Ventury, Needlewheeler, dll. Gunanya untuk mengetahui skimmer seperti apa yg dibutuhkan oleh aqua anda.
  • Ada bermacam2 Tehknik Filter, seperti : mekanik, biology dan kimiawi. Dan jenis filter pun bermacam2, seperti : wet&dry, under gravel, canister, filter gantung, filter vegetasi, dll. Jadi perlu dipikirkan, filter seperti apa yg dibutuhkan oleh aqua anda.
  • Sekali dalam enam bulan, air laut perlu dikuras dan diganti baru. Jika keseimbangan ekosistem gagal dibentuk, maka pergantian air laut perlu dipercepat, jadi tdk harus menunggu sampai 6 bulan. Jadi disesuaikan dgn kebutuhan.
  • Type sump ada bermacam2, harus ditentukan sump yang sesuai untuk aquarium kita.
  • Peralatan aquarium laut memang tergolong mahal tapi bukan tidak mungkin kita mengakali dengan cara membuat sendiri (Do It Yourself / DIY) peralatan seperti skimmer, calcium reaktor atau denitrator sehingga biaya bisa ditekan semurah mungkin. Cara2 membuat peralatan itu banyak sekali diajarkan di forum2 marine aquarium dan bisa dicontoh secara gratis.

Perawatan Aquarium.

  • Benar-benar jaga kualitas air yang ada, jika kita memberi makan janganlah kita memberi makan sampai over feed ( makanan tersebut sampai jatuh di dasar aquarium kita ). Makan kita dapat membeli pellet di toko aquarium, Rebon buku, atau makanan yang kita racik sendiri. Kalo saya, saya beri makan 2 kali sehari. Jangan terlalu berlebihan dalam memberi makan.
  • Jika air menguap tambahkanlah air Aqua atau Air isi ulang. Jangan ditambahkan air laut lagi, karena jika air laut yang menguap di aquarium kita, kadar garamnya masih tertinggal di aquarium kita. Sehingga jika kita tambahkan air laut, keasinannya atau salinitynya bisa meningkat tajam.
  • Terumbu membutuhkan sinar yang cukup, lebih baik anda atur agar aquariu anda terkena sinar matahari jika pagi, kalaupun tidak bisa juga tidak apa –apa, asal sinar lampou cukup.
  • Parameter air harus benar – benar dijaga ( khusus untuk terumbu), untuk itu kita harus mempunyai apa yang disebut dengan test kit. Untuk mengecek keasaman air (ph), alkanity, Po4 dsb. Harga memang agak mahal sekitar Rp 200.000 – an. Namun setelah kita melakukan test yang rutin selama beberapa bulan, kita sudah tidak perlu lagi. Mengapa? Karena kita sudah tahu kondisi aquarium kita selanjutanya. Ya, sesekali kita test juga tidak apa – apa. Alat pengukur salinity seperti hydrometer ( biasanya digabung dengan suhu), yang ini agak murah sekitar Rp 20.000. namun keakuratnnya tidak 100 %. Ingin yang lebih akurat, yang lebih mahal banyak…he..he..
  • Ingin yang tidak rumit pake test – test-an segala, maka sering – seringlah anda ganti air laut. Namun gantinya hanya 20% saja dari total aquarium anda. Bisa 2 minggu sekali, 1 bulan sekali tergantung ukuran aquarium. Ingat ini adalah hobby, tidak usah dibuat pusing. Lain lagi jika anda menjaga parameter air, bisa saja hanya ganti air laut 3 bulan sekali, atau 1 tahuin sekali.
  • Penambahan Zat additive yang diperlukan. Terumbu seperti halnya ikan juga membutuhkan makanan. Beli saja makan terumbu yang ada yang dijual di luar di banyak penjual.
Sumber:
http://hewanpeliharaan.wordpress.com/2010/06/21/ingin-memulai-akuarium-air-laut/
http://aloyaloysius.blogspot.com/2010/05/cara-merawat-aquarium-laut-kita.html

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...