Minggu, 20 Januari 2013

Cupang, Si Ikan Laga

Ikan Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Di Indonesia terdapat cupang asli,salah satunya adalah Betta channoides yang ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.


Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.

Jenis-Jenis Cupang

 Secara "Ilmiah" ikan cupang terdiri dari:

Ikan-ikan tersebut sering disebut juga cupang alam. Namun pada perkenbangannya, ikan cupang mengalami pemurnian, penyilangan, dan penyeleksian, sehingga didapatkan cupang-cupang yang lebih unggul. Seperti cupang-cupang dibawah ini:


Merawat Cupang

Cupang Aduan

Perawatan/pelatihan ikan cupang aduan sangat lah mudah, yang paling terpenting adalah menjaga kesehatan dan stabilatas kondisi ikan cupang tersebut. Pada dasarnya pelatihan/ perawatan ikan cupang dapat dilakukan minimal 9 hari. Jadi intinya “JANGAN MELATIH/MERAWAT IKAN CUPANG ANDA DENGAN SISTEM & CARA YANG TIDAK2”. Kenapa saya bilang seperti itu?nah intinya Ikan cupang itu bukan seperti tentara apabila dilatih denga cara tertentu maka dia akan mengikutinya, Bagi saya ikan cupang mempunyai karakter nya masing2, dan itu tidak bs dirubah,yang kita cari tahu ialah bagaimana cara kita “ MEMBENTUK OTOT TENGAH IKAN KITA”, dipandukan dengan latihan pernafasan yaitu jantur/tabung, Jadi intinya Latih/ rawatlah ikan cupang anda dengan cara sederhana, namun rutin dan telaten. Nihhh!!berikut cara merawat ikan cupang adu kita :

Hari ke-1 :

Angkat ikan yang sudah di rent, kemudian masukan ke dalam toples chery dengan kapasitas air ½ volume dari toples chery, yang pastinya sudah diberi daun ketapang bersih dan sedikit garam (biar gak jamur/white spot), adapun tujuan dari penggunaan air stengah dari kapasitas toples bertujuan utk tidak membuat kaget si ikan alias duduk toples. Duduk toples dilakukan sampai esok hari.

Hari ke-2 :

Nah!!pada hari ke-2 kita buka sekat/ sebeng ikan kita biarkan sampai ikan agak sediit galak dan lentur badannya, setelah itu kita putar ikan cupang kita, nah pada saat pemutaran dilakukan anda dapat memutarnya di wadah ember ataupun bs dilakukan pemutaran di toples tp kita lihat dulu air toplesnya kotor atau tidak, yah pemutaran ikan sih bg saya dapat dilakukan dimana saja dengan wadah bulat tentunya, intinya kita bisa dapat membuat ikan kita melawan arus air saja tidak boleh deras sekali nantinya hal tsb dapat membuat ikan stress. Setelah kita selesai memutar ikan kita ganti air toples ikan dengan kapasitas air penuh (seleher toples) tentunya dengan diberikan daun ketapang & sedikit garam, kemudian istirahatkan ikan cupang, nahh sorenya sebelum kita kasih makan ikan, kita bs lakukan sekat miring atau dengan kata lain membuka sekat ikan hanya sedikit saja, dengan tujuan ikan dapat mengintip lawannya, hal tsb dapat kita lakukan selama 10-15 menit saja, kemudian berikan makan secukupnya, seteleh itu istirahatkan ikan cupang.

Hari ke-3 s/d Hari ke-7

Pada hari yang kedua kita masih sama dengan pelatihan hari ke-2, namun perbedaanya ialah setelah ikan cupang kita latih putar, kemudian masukan kedalam jantur/tabung selama 2 jam setelah itu kembalikan ikan kedalam toples chery yang sudah diganti dengan air baru, sore harinya kemudian lakukan penyekatan miring selama 10-15 menit, setelah itu beri makan secukupnya saja dan istrihatkan.

Hari ke-8

Ikan cupang kita jangan dilatih, hanya kita bisa lakukan penyelatan miring saja selama 15 menit, setelah itu lakukan “penguncian ikan” yaitu ganti air ikan dengan kapasitas volume 3 jari dari kaki toples chery, hal ini bertujuan utk mengunci pergerakan ikan, eeiiitt!!!jangan lupa berikan daun ketapang yaa!!setelah itu kasih makan ikan sedikit saja/ secukupnya, setelah istirahatkan ikan cupang kita ditempat yg agak gelap.

Pada HARI KE-9

Buka sekat ikan, sampai ikan cupang kita agak sedikit panas, jangan sampai galak sekali, setelah itu kita pindahkan ikan dalam tempat botol adu/ botol trek.

Tips bermain di kalangan :

  • Menanding ikan atau bahasa kalangannya menge-trek ikan yaitu anda harus memperhatikan secara detail posisi ikan anda, yang paling utama ialah kepala dan tebal ikan kita jangan sampai kalah, kemudian perhatikan panjang ikan kita.
  • Pada saat ikan turun air/ bertanding, anda harus jeli memperhatikan ikan anda, apabila ikan anda memukul ikan lawan lalu menyemburkan sisik anda boleh bermain sale-an, namun apabila ikan anda memukul namun tidak menyemburkan sisik lawan, anda harus berhati hati jangan terpancing utk main oleh lawan.
  • Perhatikan karakter ikan anda, apakah baling atau tusuk atau menitir (mengikuti kepala lawan), anda harus jeli karena disinilah permainan 40% bisa ditebak sebab apa???Ikan baling itu permainan terkunci oleh ikan tusuk, sementara ikan tusuk terkunci oleh ikan menitir, dan ikan menitir terkunci oleh ikan baling, yah silahkan anda analisa sendiri, namun semuanya itu tidak 100% menjadi patokan kita utk menang.

Cupang Hias

Peliharalah yang masih bakalan (muda). Asalkan tidak cacat, berkelamin jantan, sehat dan lincah. Perhatikan pula warna tubuhnya yang harus cemerlang, warnanya harmonis, merata, baik di tubuh dan siripnya, serta bermental baja.
Menurut pengalaman para pakar, untuk memperoleh bakalan cupang hias yang baik memang tidak sesulit mendapatkan bakalan cupang aduan. Sebab cupang hias lebih mudah dilihat kelebihan fisiknya ketimbang jenis aduan yang kudu dinilai juga gaya bertarungnya, pukulan andalannya dan perilaku lain yang kadang susah ditebak jika tak melihat sendiri. Sementara cupang aduan belum dijamin kualitasnya hanya dengan melihat sosoknya.
Usia cupang bakalan yang ideal untuk dipelihara berkisar 1,5—5 bulan. Di umur itu, harganya lebih murah ketimbang kalau membeli yang dewasa. Lagi pula menyaksikan ia berkembang dan bertumbuh besar, punya keasyikan tersendiri. Saat ini cupang untuk kontes usianya 3—5 bulan dengan kategori yunior.
Untuk membekali cupang agar memenangkan kontes di kemudian hari, perlu mengikuti latihan. Training itu dilakukan saat ikan berusia ideal yakni 1,5—2 bulan dengan sarana yang ideal bagi perkembangannya. Ibarat melatih calon atlet, sebaiknya sejak dini juga diperkenalkan ”teknik bertanding”.
Langkah-langkahnya sebagai berikut. Bila kita memperoleh dengan cara membeli, cupang dimasukkan ke dalam akuarium soliter dan diberi penyekat antar- akuarium lainnya. Air yang dipakai harus diganti tiap tiga hari sekali. Agar tetap nafsu makannya terjaga, airnya ditambahkan ammonia chloraminei dengan dosis 2 ml tiap 2,5 liter air.
Di pagi hari bukalah sekat setinggi setengah ketinggian air selama sepuluh menit. Ini bertujuan agar cupang saling berhadapan dan terbiasa mengembangkan sirip-siripnya di dalam air.
Sesudah sepuluh menit, sekat kembali ditutup seluruhnya. Barulah diberi pakan sampai kenyang, tetapi usahakan agar tak ada sisa makanan untuk menjaga kebersihan air.
Jika siang hari, sekat kembali dibuka. Biarkan sepuluh menit saling berhadapan. Setelah selesai, sekat ditutup kembali dan pakan diberikan. Sore hari, masukkan ke dalam akuarium cupang betina yang belum siap kawin. Biarkan selama 15—20 menit. Jika betina lebih galak, segera pisahkan. Bila telah selesai, pakan baru diberikan.
Pelatihan lain yang tak kalah penting adalah penjemuran. Namun frekuensinya tidak tiap hari, cukup dua kali seminggu dan lamanya sekitar 15—20 menit, sambil dihadapkan dengan cupang dari kategori lain. Sesudah itu jangan lupa untuk mengganti air dengan penyifonan (disedot), sisakan sepertiganya. Lalu isi dengan air yang sudah diinapkan.
Pelatihan yang ajeg membuat cupang hias lebih siap disertakan dalam kontes ”kecantikan cupang”. Tetapi untuk menjaga keutuhan sirip dan kesehatannya, sebelum dikonteskan, cupang dimasukkan dalam ”pelatnas”, alias dipersiapkan secara khusus. Waktu yang ideal adalah seminggu sebelum kontes.

 Penyakit Ikan Cupang Dan Pengobatannya

 1. Penyakit  busuk sirip (fin rot)

-Pemicu : bakteri, situasi air yang kotor
-Karakter penyakit : bisa menular
tanda-tanda : nampak warna gelap atau terkadang kemerahan layaknya berdarah tepi'>di tepian sirip, sirip yang diserang lama kelamaan lantas habis layaknya rontok/sobek, ikan tetap terus aktif bergerak, nafsu makan terus baik, sirip dapat menguncup, warna memucat. apabila telah kronis busuknya dapat merembet hingga ke badan ikan.
Penyembuhan :
- isolasi/karantina ikan yang sakit
- kuras air, tempatnya dicuci bersih sampe steril
- antibiotik (ampicillin, super tetra, dsb yang mana yang lebih gampang ada, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium) bisa juga pakai general tonic (dapat merk rid all, tetra, dsb)
- garam ikan secukupnya
- kuras lagi air full 3 hari kedepan, apabila tetap belum ada sinyal tanda membaik, ulangilah lagi penyembuhan layaknya diatas.
note :
sirip yang rusak dapat tumbuh kembali layaknya awal mulanya, namun tidak dapat seindah dulunya (original).

2. Penyakit  jamur kulit

-Pemicu : jamur, situasi air yang kotor
-Karakter penyakit : bisa menular
tanda-tanda : nampak bercak-bercak putih layaknya kapas di badan ikan (layaknya panuan), ikan lantas kurang aktif bergerak, dapat juga lantas tidak nafsu makan, sirip menguncup, warna memucat.
Penyembuhan :
- isolasi/karantina ikan yang sakit
- ubah air full, tempatnya dicuci bersih
- methylene blue (dapat merk blitz icht, rid all, tetra, dsb)
- garam ikan secukupnya
- ganti lah air sampai bersih 3 hari kemudian, apabila tetap belum ada sinyal tanda membaik, ulangilah lagi penyembuhan seperti diatas.

3. Penyakit mata bengkak (pop eye)

-Pemicu : bakteri, situasi air yg kotor
-Karakter penyakit : dpt menular
tanda-tanda : mata ikan mulai membengkak, step awal dapat mulai dr 1 mata, lantas merembet ke mata yg satunya lg, ikan kurang aktif bergerak, nafsu makan menyusut kdg2 tdk akan mkn sekalipun, sirip dapat menguncup, warna memucat.
apabila sdh kronis bengkaknya dapat makin membesar hingga ikan dapat terlihat layaknya ikan mas koki. bila ketahuan pd waktu mata sdh sgt besar/bengkak, besar kemungkinan ikan tdk dapat selamat.
Penyembuhan :
- isolasi/karantina ikan yg sakit
- ubah air full, tempatnya dicuci bersih
- antibiotik (ampicillin, super tetra, dsb yg mana yg lbh gampang ada, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)
- atau : pakai obat anti internal bacteria (dapat merk intrepet, dsb)
- garam ikan secukupnya
- ganti lah air sampai bersih 3 hari kemudian, apabila msh blm ada tanda2 membaik, ulangilah lg penyembuhan layaknya dr atas.

4. Penyakit  bintik putih (white spot)

-Pemicu : parasit, situasi air yg kotor, dapat berasal dr pakan hidup yg krg bersih
-Karakter penyakit : amat menular
tanda-tanda : nampak bintik2 putih di badan ikan, ikan krg aktif bergerak, krg nafsu makan, sirip dapat menguncup, warna memucat. ikan kerap bergerak cepat & menabrak dindingaquarium, layaknya berupaya menggaruk bdnnya.
apabila sdh kronis bintik putihnya dapat merembet hingga ke semua badan ikan.
Penyembuhan :
- isolasi/karantina ikan yg sakit
- ubah air full, tempatnya dicuci bersih
- methylene blue (dapat merk blitz ich, rid all, tetra, dsb)
- garam ikan secukupnya
- jemur ikan di bwh cahaya matahari pagi
- ganti lah air sampai bersih 3 hari kemudian, apabila msh blm ada tanda2 membaik, ulangilah lg penyembuhan layaknya dr atas.

5. Penyakit  karatan (velvet)

-Pemicu : parasit, situasi air yg kotor, dapat berasal dr pakan hidup yg krg bersih
-Karakter penyakit : amat menular
tanda-tanda : nampak bintik2 berwarna emas atau kdg layaknya warna besi berkarat di badan ikan (dpt tampak dgn pertolongan cahaya senter), ikan krg aktif bergerak, krg nafsu makan, sirip dapat menguncup, warna memucat. ikan kerap bergerak cepat & menabrak dindingaquarium, layaknya berupaya menggaruk bdnnya.
apabila sdh kronis bintik2nya dapat merembet hingga ke semua badan ikan.
Penyembuhan :
- isolasi/karantina ikan yg sakit di tempat tersendiri
- ubah air full, tempatnya dicuci bersih
- methylene blue (dapat merk blitz ich, rid all, tetra, dsb)
- garam ikan
- ganti lah air sampai bersih 3 hari kemudian, apabila msh blm ada tanda2 membaik, ulangilah lg penyembuhan layaknya dr atas.

6. Penyakit  sisik nanas (dropsy)

Pemicu : bakteri internal (menyerang ginjal), situasi air yg kotor atau pakan yg kotor
Karakter penyakit : amat – amat menular
tanda-tanda : perut ikan mulai membengkak, tdk dapat buang kotoran, step awal serupa layaknya sembelit, ikan jd tdk aktif, nafsu makan menyusut kerapkali tdk akan mkn sekalipun, sirip dapat menguncup, warna memucat.
apabila sdh kronis perut dapat makin membengkak & berwarna kemerahan, sisik dapat mulai terangkat mulai dr tempat perut hingga ke semua badan, hingga ikan dapat terlihat layaknya buah nanas. bila ketahuan pd waktu sisik sdh mulai terangkat : perbanyak puasa & doa, atau say good bye ke ikan tsb.
Penyembuhan :
karena tanda-tanda awal dropsy yg kerapkali serupa dgn sembelit, serta baru ketahuan pd waktu sisik mulai terangkat, maka amat sukar mengobati penyakit ini, tp apabila ketahuan pd waktu step awal, ‘kemungkinan’ ikan msh dapat diobati.. (meskipun sy sdri sdh coba beragam jenis obat, tp terus tdk dpt mengobatinya).
lantas apabila ketahuan pd step awal, dapat coba sebagai berikut :
- isolasi/karantina ikan yg sakit
- ubah air full, tempatnya dicuci bersih
- antibiotik (metrodinazole, dsb yg mana yg lbh gampang ada, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)
- atau : pakai obat anti internal bacteria (dapat merk intrepet – sdh sy cobalah, tp terus gak sukses – dsb)
- garam ikan
- ganti lah air sampai bersih 3 hari kemudian, apabila msh blm ada tanda2 membaik hubungi dokter.hehe

7. Penyakit  berak putih

Pemicu : internal bakteri, situasi air yg kotor
Karakter penyakit : dpt menular
tanda-tanda : kotoran ikan layaknya memanjang, kadang2 layaknya menggumpal & berwarna putih, ikan jd kurang aktif bergerak, nafsu makan menyusut kdg2 tdk akan mkn sekalipun, sirip dapat menguncup, warna memucat.
Penyembuhan :
- isolasi/karantina ikan yg sakit
- ubah air full, tempatnya dicuci bersih
- antibiotik (metrodinazole, dsb yg mana yg lbh gampang ada, dosisnya cukup 1 tetes per aquarium)
- atau : acryflavine
- garam ikan secukupnya
- ganti lah air sampai bersih 3 hari kemudian

8. Penyakit  kembung

Pemicu : umumnya makanan tidak steril
Karakter penyakit : tidak menular
tanda-tanda : perut ikan membengkak, ikan jd sukar berenang, terkadang berenang nungging/miring atau menggelosor saja dgn perutnya, ikan jd kurang aktif bergerak, nafsu makan menyusut kdg2 tdk akan mkn sekalipun.
Penyembuhan :
- cobalah sebengin dgn ikan lain agar ngedok hingga ikannya pub, apabila masih tidak mau pub, kurangi ketinggian air aquarium
- cobalah ikannya dipuasakan dulu 24 jam

9. Penyakit  insang memerah

Pemicu : situasi air yg kotor, hingga mengakibatkan keracunan nitrat
Karakter penyakit : tidak menular
tanda-tanda : insang memerah, terkadang hingga membengkak krn infeksi, ikan jd sulit bernafas & terengah2 berenang di permukaan air terus. tutup insang tdk akan menutup rapat.
Penyembuhan :
- ubah air full yg teratur dan sering, paling tidak setiap 3 hari sekali
- methylene blue (dapat merk blitz ich, rid all, tetra, dsb)
- garam ikan secukupnya

Budidaya Cupang

Wadah Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus

Cupang Jantan

- Warna ikan cupang jantan sangat terang dan cerah
- Tubuhnya lebih besar, kecuali ikan ini masih anakan.
- Ekor dan siripnya lebih panjang
- Gerakannya sangat agresif, baik terhadap cupang jantan maupun cupang betina.

Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

Umur ± 4 bulan
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Cupang betina

- Cupang betina memiliki warna pudar atau tidak menarik
- Tubuhnya relatif lebih kecil dengan perut agak buncit
- Ekor dan siripnya pendek, meskipun ikan itu sudah dewasa
- Gerakannya relatif lebih lamban dibanding yang jantan

Ciri ikan betina untuk dipijahkan:

Umur telah mencapai +- 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.

Teknik Pemijahan dan Produksi

Pada induk jantan yang matang gonad warna siripnya lebih cerah sedang pada induk betina perutnya membuncit dan secara transparan, telur pada saluran pengeluaran dapat terlihat.

Pada prinsipnya pemijahan dilakukan secara berpasangan dalam setiap wadah yang terpisah (akuarium, ember atau dalam kotak-kotak yang ditempatkan didalam bak). Sebelum dicampurkan induk betina dimasukkan dalam botol agar tidak mengganggu jantan dalam membuat sarang busa. Sarang dibuat dengan cara mengambil gelembung udara dari permukaan dan melepaskannya ke bawah permukaan daun atau tanaman air yang mengapung dipermukaan air. Proses ini berlanjut berjam-jam dengan sesekali berhenti untuk makan.

Bila sarang telah siap, induk betina dikeluarkan dari botol, dicampurkan dengan jantan agar dapat memulai pemijahan. Pada saat pemijahan tubuh jantan menyelubungi induk betina membentuk huruf " U " dengan ventral saling berdekatan selama + 1 menit sampai mengeluarkan telur yang segera dibuahi sperma. Telur perlahan tenggelam dan akan segera diambil oleh induk jantan dengan mulutnya untuk selanjutnya diletakkan disarang busa. Proses pemijahan berlangsung selama + 1 jam dengan 20-25 tahap pemijahan yang sama. Ketika aktifitas pemijahan berakhir, induk betina dipindahkan dari tempat pemijahan untuk dikembalikan ke tempat pemeliharaan induk, namun sebaiknya lebih dulu dimasukkan dalam larutan metyline blue 2 mg/liter selama 24 jam untuk mengobati luka yang mungkin ada setelah pemijahan. Sedang induk jantan tetap pada wadah pemijahan untuk merawat dan menjaga telur sampai menetas. Dalam setiap kali pemijahan diperoleh telur sebanyak 1000-1500 butir. Selanjutnya pemeliharaan larva dan pendederan serta pembesaran dapat dilakukan pada wadah berupa bak tembok dengan pakan berupa cacing Tubifex sp. atau Chironomus sp. untuk siap dipasarkan.

Teknik Memperbanyak Ikan Betta Jantan

Ikan betta jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan sirip-sirip yang lebih panjang dibanding ikan betta yang betina. Oleh karena itu ikan betta jantan lebih diminati konsumen dan mempunyai nilai komersial yang lebih tinggi dibanding yang betina. Sehubungan dengan itu perlu dilakukan teknik memperbanyak produksi ikan betta jantan dalam setiap kali pemijahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian hormon androgen pada masa diferensiasi kelamin.

Teknik pemberian hormon tersebut adalah dengan cara meremdam telur ikan betta pada fase bintik mata ( + 30 jam setelah pemijahan ) kedalam larutan hormon 17 Alpa metiltestosteron dengan konsentrasi 20 mg/liter air selama 8 jam. Pembuatan larutan hormon tersebut adalah dengan cara melarutkan hormon sebanyak 20 mg ke dalam 1 ml alkohol 70 % dan selanjutnya dimasukan keair yang akan dipakai merendam sebanyak 1 liter.

Telur hasil perendaman dimasukkan kembali kedalam wadah yang berisi air dengan diberi larutan metyline blue untuk mencegah timbulnya jamur dalam proses penetasan. Tahap selanjutnya sama dengan prosedur pembenihan ikan betta sampai berumur tiga bulan untuk dapat dibedakan jenis kelaminnya. Diharapkan dengan pemberian hormon steroid tersebut dapat memperbanyak ikan betta jantan sampai dengan 95 % dalam setiap pemijahan. 

Pembesaran anak

  1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
  2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
  3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
  4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
  5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

Pasca panen

Setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Sumber:
http://bbat-sukabumi.tripod.com/betta.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Cupang
http://cupangsuperfighter.blogspot.com/
http://srezky.blogspot.com/2012/06/cara-budidaya-ikan-cupang-yang-benar.html
http://seriouslyfish.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...