Senin, 21 Januari 2013

Molly

Ikan hias merupakan komoditas ekspor. Namun tidak semua jenis ikan hias air tawar dapat diekspor. Ikan hias tidak hanya diminati oleh pasar lokal, tetapi telah memasukii pasar ekspor. Hampir 75% ikan hias dunia berasal dari Indonesia, sehingga dapat dibayangkan betapa banyaknya jenis ikan yang dibudidayakan di negara ini. Tercatat lebih kurang dari 363 jenis ikan hias air tawar yang dikembangbiakan di Indonesia dan diekspor ke negara – negara Eropa. Dari sekian banyak jenis ikan hias air tawar, yang akan dibahas adalah ikan molly (poecilia sphennops).Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Molly (Poecilia sp) adalah salah satu jenis varian warna dari ikan molly yang dibedakan dari warna tubuhnya hitam solid. Ikan molly adalah ikan livebearer yang berarti ikan ini berkembang biak dengan cara melahirkan.


Ikan ini menjadi favorit bagi para pehobis ikan hias air tawar karena perawatannya yang mudah. Molly adalah ikan bergerombol yang aktif dan akan sangat baik jika memelihara ikan ini dalam jumlah minimal 6 ekor ikan dalam satu akuarium dengan komposisi 3-4 ekor betina untuk satu ekor jantan. Ikan Molly adalah versi hibrid dari ikan Molly Silver. Ikan Molly dapat dijumpai pula dalam bentuk balon (Balloon Molly)

Ikan Molly sesungguhnya adalah ikan air tawar, tetapi juga sering dijumpai pada perairan payau untuk mencari makan. Biasanya para pehobis menambahkan satu sendok garam laut untuk satu galon air dalam akuarium untuk mengoptimalkan kesehatan ikan ini. Ikan molly akan lebih senang jika akuarium ditambahkan tanaman air dalam jumlah banyak, sebagai tempat bersembunyi bagi anak-anak ikan dan pakan alami dari lumut-lumut yang tumbuh pada dedaunannya.

Di alam liar, ikan molly adalah omnivora dan akan memakan segala jenis makanan ikan yang diberikan dalam akuarium, tetapi makanan utama ikan ini adalah lumut-lumutan sehingga pemberian makanan ikan berbahan dasar daging (protein) akan mengurangi masa hidup dari ikan ini.

JENIS-JENIS MOLLY

Poecilia sphenops a.k.a Black Molly
Silver Molly,
Dalmatian, memiliki pola bintik2 hitam di antara dominasi warna putih
Marble, memiliki corak spt marble (hitam-putih)
Golden Molly
Chocolate, memiliki corak spt taburan cocochips

 
Poecilia velifera, a.k.a Giant Sailfin Molly, memiliki ukuran bisa mencapai 10 cm.

Poecilia latipinna - Sailfin Molly
Poecilia wingei





Varian Balloon Molly

BUDIDAYA MOLLY

CIRI-CIRI INDUK JANTAN DAN BETINA 

1) Induk Jantan 

a. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut)yang merupakan modifikasi sirip anal yang berupa menjadi sirip yangpanjang.
b. Tubuhnya ramping.
c. Warnanya lebih cerah.
d. Sirip punggung lebih panjang.
e. Kepalanya besar.

2) Induk Betina 

a. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa siriphalus.
b. Tubuhnya gemuk
c. Warnanya kurang cerah.
d. Sirip punggung biasa.
e. Kepalanya agak runcing.

PEMILIHAN INDUKAN

Untuk memilih induk yang baik dapat dilihat dari jantan dan betina. Untuk jantan dapat dilihat dari ciri–ciri: berbadan ramping dengan sirip panjang, penampilan menarik, gerakan lincah dan gesit, serta memiliki alat kelamin yang disebut gonopodium. Sedangkan untuk betina antara lain: badan gemuk, perut buncit, alat kelamin berupa urogenital.
Untuk memilih induk harus diperhatikan warna ikan, yaitu hendaknya memilih warna ikan yang berwarna hitam dan mengkilap. Umur ikan dapat berbeda antara jantan dan betina.  Untuk pemilihan induk sebaiknya tidak kurang dari 6 bulan dengan panjang betina minimal 5 cm, dan jantan 3 cm.
Persiapan pemijahan berupa bak tembok atau plastik dengan ukuran 1x1x0,5 m dan 2x1x0,5 dengan ketinggian air 25- 40 cm, diaerasi lemah. Kemudian air harus steril dan jernih dengan pH 6-7, suhu 24 – 280 C, harus tersedia substrat hidrilla untuk tempat memijah dan menempelkan telur ( suhu 25- 270 C, pH basa).

PEMIJAHAN INDUKAN

Induk dimasukkan ke dalam tempat pemijahan sebanyak 150–250 ekor (induk jantan 1/3 induk betina). ProseS pemijahan ditandai dengan kejar–kejaran yang dilakukan induk jantan terhadap induk betina sambil menyerempetkan badannya. Ini berlangsung selama 4–7 hari. Setelah seminggu, benih tampak berkumpul diantara tanaman air atau berenang di pinggiran bak. Setelah itu dapat dipisahkan dari induknya dan dipindahkan ke kolam pendederan.
Kemampuan ikan molly dalam menghasilkan anak cukup tinggi bila dibandingkan dengan jenis ikan hias air tawar lainnya yaitu 80–125 ekor. Untuk itu perlu dijaga ketahanan produktivitasnya dengan  pemberian pakan yang cukup. Pakan yang diberikan adalah berupa kutu air 3 kali sehari.

PERAWATAN BENIH 

1. Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4-5 hari anakikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, ataukuning telur yang telah direbus dan dihancurkan.
2. Setelah mencapai ukuran medium (2-3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5-7 cm) dapatdiberi makanan cuk.
3. Disamping makanan alami dapat pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
4. Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya janganberlebihan, karena dapat menyebabkan pembusukan yang dapat meerusak kualitasair.
5. Pergantian air. Air dalam bak atau aquarium jangan sampaikotor/keruh, karena dapat menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran dapatdibersihkan setiap 2-3 hari sekali dengan cara disiphon, air yang terbuangpada waktu penyiphonan sebanyak 10-20% dapat diganti dengan air yang baru.

Sumber:
http://www.iftfishing.com/fishypedia/black-molly/
http://www.seriouslyfish.com
http://www.facebook.com/notes/ace-surya/variasi-platy-dan-molly/10150599315578391
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...