Senin, 21 Januari 2013

Livebearer, Mudah Dipelihara Mudah Dikembangbiakan


Ikan live-bearer (livebearing fish) merupakan jenis ikan yang memiliki intensitas perkembang-biakan yang cepat, hal ini karena jenis ikan ini tidak mengeluarkan telur sebagaimana ikan lainnya, tetapi langsung melahirkan anak-anak ikan yang memiliki tubuh sempurna dan sudah dapat berenang sendiri serta mencari makan dalam hitungan jam. Ikan live-bearer adalah ikan yang mudah untuk dipelihara dan diternakkan sebab ikan dari jenis ini dapat melahirkan dalam jumlah puluhan bahkan ratusan anak ikan  tergantung dari usia dan ukuran indukannya. Perlu diketahui bahwa ikan betina dapat menyimpan sel sperma dari ikan jantan didalam tubuhnya sehingga ikan ini akan dapat hamil kembali setelah melahirkan tanpa melalui proses perkawinan kembali.


Jenis ikan live-bearer

1. Guppy ( Poecilia Reticulata )

Merupakan jenis ikan yang sudah umum di indonesia, ukurannya yang kecil dan berwarna-warni serta perawatannya yang mudah menjadikannya populer. Kita dapat dengan mudah membudidayakan ikan guppy karena tidak memerlukan perawatan khusus. Ikan ini memiliki banyak varian warna, dan pecinta ikan hias dapat mengawin-silangkan ikan ini dengan varian warna ikan tertentu dari jenis ikan yang sama untuk mendapatkan anak-anak guppy dengan karakteristik warna yang diinginkan. Ikan guppy diketahui dapat dikawin silangkan dengan ikan molly, tetapi biasanya menghasilkan keturunan yang tidak subur (mandul).

2. Endlers Livebearer / Guppy Endler ( Poecilia Wingei )

Ikan ini merupakan kerabat dekat dari ikan guppy dan dapat dikawin-silangkan, dan keturunan yang dihasilkan adalah fertil (subur). Guppy Endler memiliki ekor yang lebih kecil tetapi memiliki karakteristik dan corak warna yang lebih terang dan kontras dibandingkan dengan ikan guppy biasa. Di Indonesia cukup sulit untuk menjumpai ikan ini dan hanya toko-toko ikan tertentu yang menjualnya.

3. Molly ( Poecilia Sphenops )

Ikan molly memiliki banyak varian warna, yang sering dijumpai di Indonesia adalah warna hitam, putih dan marble. Kita dapat menjumpai ikan ini dengan dua jenis sirip ekor, sirip ekor pendek dan sirip ekor cagak (lyretail). Ikan molly balon juga dapat kita beli dengan mudah, karena memiliki bentuk badan yang pendek dan bulat yang menjadikannya populer di masyarakat pecinta ikan hias. Perlu diperhatikan bahwa ikan molly balon lebih rentan dari berbagai macam penyakit dan memiliki umur hidup yang lebih pendek dari ikan molly biasa. Hal ini disebabkan karena perkawinan sedarah dan kelainan tulang punggung yang membuat ikan ini terlihat lebih pendek dan bulat.

4. Platy ( Xiphophorus maculatus )

Ikan ini memiliki banyak jenis varian warna dan corak. Sama seperti ikan guppy, ikan ini kerap kali ditemukan mati di lantai rumah karena kebiasaannya untuk melompat dari air, jika merasa dalam bahaya atau keadaan wadah tempat tinggalnya kurang nyaman. Harga ikan platy cukup murah di pasaran.


5. Swordtail / Ikan Pedang ( Xiphophorus Helleri )

Ikan pedang memiliki karakteristik seperti ikan platy tetapi memiliki ukuran yang lebih besar, serta memiliki ekor yang memanjang menyerupai pedang





Budidaya

Pemilihan Induk

Pilihlah induk yang berukuran relatif besar, bentuk tubuh yang mengembung serta mempunyai warna yang indah.
Induk jantan mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang menjadi sirip yang panjang. Tubuhnya ramping, warnanya lebih cerah, sirip punggung lebih panjang dan kepalanya besar.
Induk betina di belakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus. Tubuhnya gemuk, warnanya kurang cerah, sirip punggung biasa dan kepalanya agak runcing.

Pemijahan

Induk-induk yang telah dipilih dimasukkan dalam satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apabila menghendaki keturunan tertentu dapat pula dilakukan dengan cara memisahkan dalam bak tersendiri sepasang-sepasang. Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil dan dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan oleh induknya.

Pemeliharaan Benih

Anak-anak ikan yang baru lahir belum membutuhkan makanan karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 – 5 hari anak ikan baru dapat diberi makanan berupa kutu air yang sudah disaring, atau kuning telur yang telah direbus dan dihancurkan. Setelah mencapai ukuran medium (2 – 3 cm) dapat diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 – 7 cm) dapat diberi makanan cuk dan makanan tambahan berupa cacing kering atau agar-agar.

Sumber:
http://asian-spirits.blogspot.com/2012/06/ikan-live-bearer.html
http://gadismetroku.blogspot.com/2012/11/pembibitan-ikan-hias-live-bearer.html

2 komentar:

rudi alvaro mengatakan...

allow gan,,,w mw jajal ternak juga lagh,,

reza riannovan mengatakan...

gan mw nny ni .baik ny dlm 1 akuarium jantan boleh ad brp ? ap hny 1 ?? atau lebih ??
trs moly bs d gabung ama guppy ap gak ??
makasih sebelum ny

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...