Selasa, 13 November 2012

Discus. The King ofAquarium.


Ikan discus (Simpisodon discu) yang berasal dari sungai Rio negroo, Amazon ini memang belum banyak dikenal, bentuk badannya pipih tipis dengan corak warna tubuh menarik dan gerak yang lembut serta tenang memang pantas dijadikan peliharaan sebagai ikan hias di rumah. Karena keindahan dan keanggunannya inilah, ikan discus bahkan konon dianggap sebagai rajanya ikan tawar (king of aquarium) oleh para pemelihara dan penggemarnya.
Ada asumsi bahwa memelihara ikan discus seperti memelihara putri raja. Mereka cantik tetapi manja. Anggapan ini mungkin tidak sepenuhnya salah. Discus memang terkenal sangat membutuhkan kualitas air yang baik untuk dapat bertahan hidup, berkembang biak dan untuk menjaga penampilannya. Namun hal itu juga tidak berarti memelihara discus begitu sulit.

Tips Memilih Ikan Discus

  • Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang mengkilap/hitam menandakan kondisi discus yang tidak sehat. Garis hitam vertical/stress bar yang sangat menyolok/tegas menandakan discus dalam kondisi stress yang berat.
  • Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot.
  • Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama
  • Bentuk tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat discus. Discus yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.
  • Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang
  • Discus yang sehat umumnya tidak takut terhadap manusia yang melihatnya. Discus yang baik dan sehat biasanya akan segera mendekat dengan cepat, mengira akan diberi makan. Selain itu discus yang sehat umumnya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya.
  • Umumnya discus yang sehat, gaya berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. Discus yang suka menggesekkan bagian tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, umumnya terserang parasit. Hal ini mungkin karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan kutu ataupun jamur/ bakteri pada kulit maupun insang. Discus yang sehat umumnya berenang dengan tenang, dasi/pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan sehingga terlihat gagah pada saat berenang.
  • Jangan mudah tertipu dengan warna. Warna merah membara pada mata dan warna yang menyolok, terutama pada discus kecil & remaja (antara 2-3 inci), bukan jaminan untuk mendapatkan discus yang baik. Pada saat ini ada sebagian kalangan yang menggunakan hormon untuk memaksakan keluarnya warna ikan, yang bertujuan untuk memudahkan penjualan dan meningkatkan daya tarik ikan. Warna ini tidak akan bertahan lama (kurang lebih 2 minggu – 1 bulan). Pemakaian hormon dapat mengakibatkan gagalnya pemijahan atau anakan yang dihasilkan sedikit dan biasanya tidak sehat.
  • Batik atau pattern ikan biasanya akan timbul mulai 2 inci ke atas dan bertahap. Berhati-hatilah jika membeli discus yang sudah keluar batik sejak ukuran kecil, karena kemungkinan adanya pemberian hormon untuk mengeluarkan batik ini agar terlihat indah. Adalah wajar batik yang keluar hanya setengah atau kurang pada ukuran 2 inci, namun terkadang kualitas discus yang rendah mengakibatkan batiknya tidak keluar secara sempurna hingga full satu badan.
  • Usahakan membeli ikan paling tidak ukuran 2 inci, karena pada ukuran inilah ciri-ciri ikan sehat dan baik dapat dilihat dibandingkan ukuran yang lebih kecil. Hindari untuk membeli burayak walaupun harganya murah, terutama jika anda seorang pemula. Jangan tergiur dengan keuntungan karena memelihara burayak tidak mudah.
  • Selain itu, yang harus diterima oleh pemula adalah cacat fisik seperti mata besar sebelah, pertumbuhan fin tidak sempurna, dahi menonjol, bagian kepala meruncing dll. Kemudian yang terpenting adalah lakukan adaptasi secara perlahan sesudah tiba dirumah dan lakukan karantina pada setiap ikan yang dibeli.

Memelihara Ikan Discus

Ada beberapa media atau peralatan yang perlu anda persiapkan untuk memulai pemeliharaan ikan discus. Di antaranya adalah aquarium yang dapat menampung air yang cukup (idealnya 200 liter untuk 4 ekor discus). Filter osmosis dan juga lampu Ultra violet untuk membantu sterilisasi air. Dalam kondisi atau daerah tertentu, heater juga diperlukan. untuk menanggulangi perubahan suhu udara yang ekstrim. Suhu yang ideal untuk pemeliharaan discus adalah 28 derajat Celcius.

Sistem filtrasi yang baik untuk pemeliharaan discus adalah hal yang penting, bahkan diwajibkan. Hal ini adalah kunci utama untuk menjaga kualitas air agar tetap prima, selain itu tentu saja untuk menghindari keharusan melakukan proses pergantian air yang terlalu sering.

Hal utama yang harus diingat oleh anda yang ingin berkecimpung dalam pemeliharaan ikan berjuta corak ini adalah karakter air yang disukainya. Memang benar, kualitas air adalah faktor utama yang harus anda cermati. Disini, secara singkat akan kita bicarakan point-point apa saja yang harus diperhatikan untuk membuat kualitas air yang baik untuk discus.

Tingkat keasaman air (pH). Sangat baik jika pH air mendekati netral. Pertahankan agar pH berada pada kisaran pH 6.0 dan 7.0. Discus akan nyaman dengan kisaran pH seperti ini.

Untuk menjaga kestabilan pH, maka kesadahan air juga perlu diperhatikan. Usahakan agar kesadahan Kalsium berada dalam kisaran 5 -7 KH, sedangkan untuk kesadahan umum pada kisaran 12 – 15 GH. Perhatikan kondisi air di lingkungan tempat anda memelihara diskus. Jika kesadahan air lebih dari 12gH, maka gunakanlah filter reverse osmosis. Ia dapat mengembalikan kesadahan air pada derajat yang dibutuhkan. Cartridge dari Filter reverse osmosis perlu diganti secara berkala, dan frekwensi pergantiannya tergantung seberapa tinggi tingkat senyawa yang terkandung dalam air yang anda pakai.

Selanjutnya adalah kadar amonia. Amonia adalah kandungan senyawa yang sangat buruk di dalam air, yang dapat menyebabkan kematian pada ikan diskus. Ia adalah senyawa yang dihasilkan dari kotoran yang dibuang oleh ikan dari sisa makanannya. Idealnya adalah, bahwa dalam tangki/aquarium tidak mengandung amonia sama sekali (0%). Disinilah mengapa filter di dalam akuarium diskus adalah hal yang wajib diterapkan.

Nitrit juga sama, ia termasuk kandungan yang berbahaya, dan harus dijaga agar serendah mungkin kandungannya. Hal ini dapat dicapai dengan cara melakukan pergantian air secara berkala atau dengan menanam tanaman air di dalam aquarium discus.

Nitrat tidak terlalu berbahaya sebagaimana amonia dan nitrit. Ia tidak akan membuat ikan anda mati dalam semalam. Namun demikian sebaiknya kadar Nitrat di dalam air, tetap dipertahankan pada level yang paling rendah.

Logam berat dalam air juga perlu diperhatikan. Senyawa ini dapat dikurangi dengan menggunakan filter yang berbahan dasar karbon.

Jika terlihat air agak kehijauan, mengindikasikan bahwa alga tumbuh subur pada aquarium discus anda. hal ini juga dapat terlihat dari dinding kaca aquarium yang berubah kehijauan. Dengan melihat gejala ini, segera uji kadar fosfat dalam air. Jika terbukti bahwa kadar fosfat tinggi, lakukan pergantian sebagian air. tentu saja dengan asumsi bahwa air pengganti bebas dari kadar fosfat. Atau langkah lain yang dapat diambil adalah gunakan Rowaphos dalam filter.

Tankmate Ikan discus

Ikan pendamping sebaiknya berukuran lebih kecil, mengingat ukuran bisa mendominasi. Discus boleh menakali ikan pendamping ini, namun tidak boleh terjadi sebaliknya.

Beberapa jenis ikan kecil memiliki kejahilan. Contohnya jenis sumatera, mereka punya reputasi suka menggigit sirip ikan besar.

Tips memilih ikan untuk dicampur bersama discus
  • Pilih ikan kecil yang surviver (sigap bertahan hidup), namun yang tidak nakal. Jangan mau dipusingkan dengan bangkai ikan kecil ini, karna juga bisa mengganggu stabilitas mental discus.
  • Ikan kecil nya juga harus yang perenang cepat. You know, Discus memiliki kejahilan tersendiri. Ikan cepat bisa menghindari sedotan muncung discus.
  • Ikan kecil yang punya kebiasaan bergerombol dapat memperindah habitat discus di aquarium
  • Bebera ikan pendamai, walau tidak termotivasi mengganggu ikan, terlalu beresiko untuk digabung dengan discus. Selalu ada tingkah diluar prediksi. Sebaiknya tidak dijadikan teman discus
  • Guppy tidak begitu pas untuk discus, karna discus memiliki kerentanan di air berarus, sementara discus sudah pasti di lengkapi fasilitas pompa
  • Ikan kecil yang cocok untuk di campurkan ke discus ; tetra;zebra; dan beberapa ikan kecil lainnya..
  • Biar ikan pendamping gak mati pakan discus harus di cukupkan.

Penanganan Penyakit

Apabila ternyata ikan kita terkena penyakit white feces atau berak putih yang merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang discus (Penyakit ini ditularkan melalui air yang telah terkontaminasi oleh semacam telur parasit. Discus yang terkena white feces biasanya akan mengeluarkan kotoran berwarna putih) maka berikut ini cara yang biasanya (dan bisa) digunakan untuk mengobatinya:
  1. Karantina discus yang terkena white feces.
  2. Larutkan 2 gr Metronidazole / 100 liter.
  3. Tambahkan garam 1-2 sendok makan.
  4. Pasang heater 30 C.
  5. Pasang aerator.
  6. Sebaiknya, setiap 8 jam ganti air 1/2nya dan tambahkan Metronidazole 1 gr. Atau setidaknya 24 jam.
Untuk jenis penyakit lain seperti penyakit cacing pita, dapat diobati dengan Levamisol yang diberikan melalui pakan. Bintik putih (white spot) pada discus dapat diobati dengan cara merendam discus menggunakan acriflavin dengan campuran 50ml acriflavin/22,5 Liter air. Untuk black spot (pasir)Sirip rusak dapat diobati  dengan melarutkan Clorampenicol 2 gr/100 liter air, lakukan selama  3-5 hari. Terakhir untuk velvet, ikannya emang warna badannya jd gelap/hitam, sirip fin-nya menguncup, suka menggesekkan tubuhnya ke benda di sekitarnya dan biasanya ngumpul di sudut/mojok. biasanya dapat disembuhkan dengan cara:
  1. Karantina discus yang diduga terkena velvet
  2. Masukkan chlorampenicol 1,5 gram+ Acriflavine 20 ml + 1-2 garam ikan ke dalam tank berisi kurang lebih 100 liter untuk karantina.
  3. Pasang aerator yang agak besar.
  4. Pasang heater 30 C.
  5. Kalau airnya keruh putih di esok lusa, sifon. Tambahkan larutan sama seperti sebelumnya. Lakukan seterusnya sampai discus terlihat sehat (biasanya 1 minggu).
  6. Kasih makan dikit aja (puasa).

Sekilas Tentang Budidaya Ikan Discus

Proses pemijahan ikan discus dimulai dari pemilihan bibit indukan yang baik dengan syarat-syarat ; tidak cacat, aktif, sehat, berumur lebih dari 1 tahun dan ukuran badannya proporsional. Biasanya ikan discus akan memilih sendiri pasangannya, dan setelah menemukan pasangannya baru pasangan ikan discusjantan dan betina itu dipisahkan dari kelompok dengan ditempatkan di aquarium pemijahan. Proses pemijahan biasanya terjadi selama 2 minggu dan dalam satu bulan ikan discus betina mulai bertelur.

Pemeliharaan larva dan anakan ikan discus

Ada hal yang unik dari ikan discus, telur-telur yang dihasilkan setelah menetas menjadi larva akan menempel pada tubuh induknya untuk memakan lendir dari tubuh induknya. Telur-telur ikan discus umumnya menetas setelah berumur 2 – 3 hari. Anakan ikan discus dibiarkan menempel pada tubuh induknya sampai berumur +- 1 bulan. Setelah usia satu bulan anakan ikan discus dipisahkan untuk ditempatkan dalam aquarium pembesaran. Satu indukan ikan discus biasanya bisa menghasilkan telur sekitar 100 buah dalam sekali proses pemijahan.

Makanan ikan discus

Makan ikan discus tidak banyak berbeda dengan makanan ikan hias jenis lainnya. Ikan discus bisa diberi pakan berupa cacing sutra, cacing darah ataupun pelet. Untuk larva meskipun sudah mendapatkan makanan dari lendir pada tubuh induknya bisa juga diberikan pakan tambahan berupa kutu air.

Potensi bisnis ikan discus

Dengan perawatan dan pemeliharaan yang tidak begitu rumit ditambah biaya pakan yang tidak terlalu tinggi, ternyata ikan discus memiliki potensi bisnis yang sangat menggiurkan. Ini yang sudah dirasakan Doddy Ito, bagaimana tidak setiap harinya ia mampu menjual hingga ratusan ekor ikan discus anakan dengan ukuran besar +- 3 cm dengan harga mencapai Rp.20.000,- per ekornya untuk jenis bambu kuning. Untuk jenis red melon Doddy Ito mengaku bisa menjual anakannya dengan harga 60 – 80 ribu per ekornya. Sedang untuk ukuran dewasa, sepasang ikan discus jenis bambu kuning dijual dengan harga +- 600 ribu rupiah dan bisa mencapai harga jutaan untuk jenis red melon. Harga ikan discus bisa menjadi fantastis jika memenangi sebuah kontes, menurut Doddy Ito harga ikan discus juara kontes bisa mencapai puluhan juta rupiah. Pasar ikan discus juga terbuka luas. Selain pasar lokal, Doddy Ito juga mengaku kerap melayani permintaan dari manca negara seperti Singapura, Thailand bahkan Arab Saudi yang saat ini menurutnya sedang trend.

Sumber:
http://jzhipo.wordpress.com/2012/04/09/pemeliharaan-ikan-discus/
http://www.artikelwirausaha.com/category/database/ikan-discus/
http://www.ramlantjong.com/2012/07/ikan-yang-bisa-di-campur-bersama-discus.html
http://www.indofishtrade.com/kualitas-air-ikan-discus/

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...