Jumat, 19 April 2013

Alga dan Tip Penanggulangannya

Algae Benang

Merupakan algae hijau dari genus Spirogyra.  Membentuk rumpun berupa benang tipis, panjang, dan berwarna hijau muda.
Algae benang mempunyai persayaratan hidup mendekati persyaratan tumbuhan tingkat tinggi.  Kondisi air yang baik dapat memicu pertumbuhannya, apalagi disertai dengan kondisi pencahayaan yang baik. Algae benang mempunyai kemampuan tumbuh  relatif cepat. Meskipun kadang menjengkelkan,  algae ini tidak  bersifat merusak, tetapi tentu saja dapat menjadi pesaing utama akan unsur hara.


Kontrol: Preparat  khusus  untuk algae benang dapat digunakan, tetapi hal ini dapat berakibat buruk pada tanaman lain.  Ikan pembersih algae kadang mau memakan bagian yang masih muda, sehingga sering cara dengan menggunakan ikan pembersih algae ini tidak efektif.  Cara yang paling baik adalah dengan cara mekanik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melilit mereka dengan menggunakan sebatang kayu kasar kemudian menariknya keluar.  Tidak jarang mereka hilang dengan sendirinya.

Algae Bintik Hijau

Merupakan algae berberntuk kecil,  bulat, dengan ukuran lebih kurang 3 mm, berwarna hijau.  Algae ini melekatkan diri dengan kuat pada substrats.  Biasanya melekat pada kaca atau pada daun.
Algae bintik hijau sering muncul pada akuarium baru, pada saat kondisi air belum stabil, atau pada saat kualitas air akuarium menurun.  Meskipun tidak menyebabkan kerusakan akan tetapi kahadirannya cukup dapat mengganggu pemandangan.

Kontrol: Pada umumnya akan hilang dengan sendirinya pada saat kondisi air telah stabil atau kualitasnya membaik. Bisa juga dibersihkan dengan menggunakan ikan atau siput pembersih algae.  Penggunaan algaesida diketahui tidak akan efektif.

Algae Bintik Hitam

Merupakan algae merah berbentuk benang sangat pendek, hidup berkoloni, membentuk bintik membulat berwarna gelap sampai hitam.  Bintik berukuran kurang lebih 5 mm, menempel kuat pada kutikel luar daun.  Pertumbuhannya biasanya mulai dari pinggiran daun kemudian berkembang hingga menutupi seluruh permukaan daun.
Perkembangan algae hitam tidak berhubungan dengan kualitas air, cahaya pun diketahui bukan merupakan faktor pemicu. Algae ini dapat berkembang dengan cepat dan menular dengan cepat pula  ketanaman disekitarnya. Daun yang terjangkit akan mati dan tunas-tunas daun muda akan membusuk.

Kontrol: Tergolong sangat sulit diatasi.  Disarankan untuk segera menyingkirkan/membuang daun yang  tampak terjangkit sesegera mungkin. Ikan pembersih algae dan perlakuan kimia diketahui tidak berpengaruh nyata.  Meskipun demikian, siput "ramshorn" diketahui dapat membantu membersihkan dengan memakan lapisan algae dipermukaan daun.

Algae Biru

Merupakan algae dari jenis Ascillatoria atau genus lainnya.  Algae ini tumbuh menyerupai lapisan lemak pada permukaan daun dangan warna biru-hijau.   Munculnya algae ini biasanya disertai dengan bau air menyerupai bau basi.
Algae biru biasanya tumbuh mulai dari bagian dasar akuarium, menutupi segala sesuatu yang ada disana, termasuk tanaman.  Berbagai spesies algae ini mengkonsumsi senyawa-senyawa organik, oleh karena itu, kehadirannya sering berkaitan dengan memburuknya kualitas  air akuarium dimana  kadar senyawa organik melimpah.  Beberapa hal lain yang dapat memicu munculnya algae biru adalah: kehadiran sinar matahari, dekomposisi substrat, sisa pakan, pemupukan yang berlebih, dan tingkat kandungan nitrat tinggi.

Kontrol: pH dibawah 6.0  merupakan kondisi yang tidak disukai oleh algae ini.  Algae biru mempunyai rasa pahit, sehingg ikan pembersih algae, seperti black molly, tidak menyukainya.  Siput apel diketahui sering efektif dalam menanggulangi algae ini.  Akan tetapi seringkali pertumbuhan algae biru ini lebih cepat dari pada jumlah yang dikonsumsi.  Kontrol secara kimiawi mungkin dilakukan.  Perlakuan ini akan dapat dipercepat dengan disertai penggelapan total akuarium selama 48 jam sebelumnya.  Penggelapan total selama 4-6 hari atau penggantian ari rutin, akan menciptakan kondisi yang tidak disukai bagi algae biru.

Algae Sisir Hijau

Merupakan algae hijau dari genus Pithoptora.   Tumbuh bercabang tidak teratur, berbentuk benang halus,  berwarna  hijau muda, yang muncul dari tempatnya melekat.  Pada umumnya membentuk rumpun-rumpun dengan panjang sekitar 2-3 cm.
Algae ini biasanya  membentuk koloni pada bahan mati, seperti kayu atau batu. Tetapi sering pula tumbuh pada daun.  Pertumbuhannya dipicu oleh pencahayaan intesnsif, pemupukan berlebih, dan penggunaan CO2.

Kontrol: Rumpun algae dapat diambil dengan mudah secara mekanik. Ikan SAE dapat membantu mengurangi penyebaran.

Algae Kluster

Merupakan golongan algae hijau dari genus Ulothrix.  Algae ini tidak melekat  pada benda.   Berwarna hijau muda, berbentuk benang halus yang tidak berlendir.  Biasanya tergeletak didasar membentuk kluster kusut.
Algae ini biasanya masuk kedalam sistem akuarium karena terbawa tanaman baru.

Kontrol:  Diambil atau disedot secara teratur.  Ikan jenis Ancistrus atau  Plecostomus seringkali dapat membantu menghilangkan jenis algae ini.     

Diatom

Diatom sering diberi nama salah sebagai algae coklat.  Tumbuhan  ini tidak memiliki bentuk (amorphus).  Melekat dengan kuat pada tanaman dan batu-batuan.  Apabila dipegang akan terasa kasar.
Sebagian besar golongan diatom memerlukan pH diatas 7.5 untuk menunjang kehidudapannya.  Mereka memerlukan cahaya redup, sehingga biasanya tidak akan menjadi masalah pada akuarium yang memiliki pencahayaan baik.

Kontrol: Ikan pembersih dan siput suka memakan diatom. Perlakuan secara kimiawi dapat pula membantu.  Dapat pula dikontrol dengan melakukan peningkatan intesitas cahaya dan atau penambahan lama pencahayaan.

Algae Janggut

Merupakan algae merah dari genus Comsopogon. Berbetnuk benang dengan panjang bisa sampai dengan 15 cm, tidak banyak bercabang  dengan warna gelap sampai hijau tua.  Melekat dengan kuat pada daun dan hampir tidak bisa dilepas tanpa menimbulkan kerusakan pada daun yang bersangkutan.
Algae ini biasa masuk kedalam akuarium melalui tanaman baru.  Biasanya berkoloni pada bagian tanaman yang tumbuh aktif yang berdektan dengan sumber cahaya.  Algae janggut menyukai kondisi dengan kesadahan tinggi, pH tinggi dan kadar CO2 rendah.  Kadar nitrat tinggi juga merupakan salah satu pemicu pertumbuhannya.  Pada tingkat infestasi akut algae ini dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman yang bersangkutan.

Kontrol: Penanggulangan secara mekanik dapat menyebabkan kerusakan pada daun. Bagian-bagian terjangkit sebaiknya dipotong dan biarkan tanaman membentuk tunas baru.  Bagian yang baru tumbuh kemudian dapat dikontrol dengan menggunakan ikan permbersih algae.  Perlakuan khusus untuk algae benang dapat dilakukan, tetapi perlu dilakukan berulangkali. Penambahan CO2 sering menimbulkan dampak positif.  Algae janggut biasanya tidak akan menjadi masalah pada akuarium yang diberi CO2.

Algae Bulu

Merupakan algae dari genus Oedogonium. Algae ini berupa benang-benang halus berwarna hijau muda tidak bercabang yang tumbuh bergerombol saling berdekatan, melekat dengan kuat  pada epidermis daun atau batang tanaman.  Pada bagian atas daun, algae ini dapat tumbuh membentuk semacam "padang rumput" dengan ketebalan 2-20 mm (tergantung pada spesies).
Algae bulu lebih suka tumbuh pada bagian tanaman yang sedang aktif tumbuh. Kehadirannya dapat membuat daun tanaman mati.  Kondisi air dengan kadar bahan organik dan nitrat tinggi merupakan pemicu pertumbuhan algae bulu.

Kontrol:  Dapat dilakukan secara mekanik dengan menyingkirkan bagian tanaman/daun yang terjangkit atau rusak.  Menjaga air agar selalu bersih dan atau penggantian air secara rutin dapat mengontrol perkembangan algae ini.  Siput "ramshorn" diketahui menyukai algae yang masih pendek, begitu pula dengan ikan Plannobidae dan SAE.  Pada umumnya, setelah masa pertumbuhan cepat, algae bulu akan pertumbuhannya akan  melambat.  Preparat khusus untuk algae benang dapat digunakan,  dengan catatan,  dosisnya  dilipatduakan agar dapat bekerja lebih efektif melawan algae ini.

Algae Sikat Hitam

Merupakan algae merah dari genus Audouinella. Tumbuh dari satu titik, berupa benang-benang halus (kadang bercabang), berwarna hitam-hijau.  Panjang antara 5-20 mm, membentuk gerombol menyerupai sikat.
Algae sikat hitam dapat tumbuh pada semua permukaan benda dalam akuarium.  Menggandakan diri dengan spora.  Biasanya tumbuh mulai dari pinggir daun.  Daun yang ditutupi rumpun algae akan mati.  Kondisi air dengan kandungan asam organik  tinggi dan pH rendah diketahui merupakan pemicu pertumbuhan algae ini.  Pada kondisi air dengan kesadahan karbonat tinggi, munculnya deposit kalsium pada permukaan daun dapat menjadi media tumbuh algae sikat hitam yang baik.
 
Kontrol: Ikan dan siput pembersih algae hanya akan memakan bagian yang masih pendek. Singkirkan/buang daun yang terjangkit.  Pemberian CO2 diketahui berakibat buruk bagi algae ini.  Setelah 2-3 bulan pemberian CO2  rumpun-rumpun algae akan terlepas, sehingga mudah disifon.  Apabila menggunakan preparat khusus untuk algae benang, perlu dilakukan berulang-ulang.

Algae Suspensi

Disebut algae suspensi karena algae ini tumbuh melayang-layang di dalam air membentuk suatu suspensi. Merupakan algae hijau dari golongan  Volvox.  Kehadiran algae ini menyebabkan air berubah berwarna hijau dan menjadi tidak tembus pandang.  Mereka merupakan koloni dari satuan-satuan algae berbentuk bulat yang tersuspesi dengan kepadatan tinggi.
Algai ini biasanya terbawa masuk kedalam sistem akuarium melalui pakan buatan.  Intensitas cahaya tinggi dan kelebihan nitrogen serta unsur hara lain merupakan pemicu pertumbuhan algae ini.
 
Kontrol: Penggantian air sampai dengan 75 % dapat membantu mengurangi populasi.  Selain itu dapat dilakukan dengan menerapkan  penggelapan total akuarium selama 3 hari dan atau pemberian algaesida.  Dapat pula digunakan filter ultra violet.

Sumber:
http://o-fish.com/Aquascaping/Alga.htm

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...