Kamis, 10 Januari 2013

"Naga" Palmas


Ikan ini memiliki kekuatan untuk mengambil hawa dengan alat yang sudah termodifikasi sedemikan rupa menyerupai paru-paru, disamping itu ia dapat untuk merayap di atas tanah gunakan sirip dadanya yang kuat. oleh sebab itu saat mememihara palmas disarankan supaya berikan penutup yang baik untuk menghindar ikan tersebut kabur.

Situasi yang ideal untuk memelihara palmas yaitu ph air pada kisaran 6.5 - 7, serta temperatur 16-27 °C. imbuhkan airator atau alat sirkulasi air untuk melindungi situasi air supaya terus sempurna serta mempercepat perkembangan palmas. untuk kenyamanan hidup palmas baiknya diberikan area persembunyian, layaknya potongan paralon, loster bata, kayu serta sejenisnya.

Sebagai ikan carnivora makanan palmas relatif gampang, yaitu pakan ikan hidup yang berukuran kecil, cacing sutera. apabila dilatih ikan ini juga bisa diberikan pellet yang tenggelam.

Palmas adalah ikan yang tergolong dalam family polypteridae ( bichir ), berarti ikan bersirip banyak. ikan ini terhitung ikan primitif serta kerap dikatakan sebagai snake like fish ( ikan serupa ular ). penyebaran yaitu di afrika barat. palmas terhitung ikan pemangsa ( predator ), carnivora. pemeliharaan ikan ini tergolong gampang dikarenakan ia bisa bertahan hidup pada situasi air yang jelek.

Penyakit

1. Penyakit bintik putih.

Jasad penyebab penyakitnya adalah Ichthyophthirius multifiliis. Penyakit ini sering disebut dengan penyakit "Ich" atau "White spot". Gejala klinis yang ditunjukkannya adalah adanya bintik putih baik pada kulit, sirip, mata dan insang. Biasanya sering terjadi pada ikan ukuran kecil (benih). Kasus infeksinya lebih sering pada kondisi ikan dengan kepadatan tinggi, dengan suhu air rendah (dibawah 25°C).

Penanggulangan parasit ini dapat dengan cara pencegahan yaitu mempertahankan kondisi perairan dalam keadaan yang optimal antara lain cukup oksigen, mengurangi kepadatan serta mempertahankan suhu air pada keadaan otimum. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara merendam ikan yang terinfeksi dalam suatu wadah pada larutan campuram formalin 25 ml/m3 air dan malachite green oxalat 0.15 g/m3 air selama 24 jam.

2. Penyakit Trichodiniasis

Penyakit ini disebabkan oleh Trichodina sp. Parasit ini banyak terjadi pada ikan ukuran benih terutama apabila ikan berada dalam keadaan stress yang diakibatkan antara lain oleh kepadatan terlalu tinggi penanganan yang kurang sempurna, pemberian pakan yang kurang tepat baik mutu maupun jumlahnya terutama pada keadaan temperatur air turun. Gejala klinis yang ditunjukkannya adalah ikan yang terinfeksi biasanya menggosok-gosokan badannya pada dasar atau dinding bak atau kolam.

Penanggulangan penyakit tsb dapat dilakukan dengan cara pencegahan yaitu antara lain dengan penanganan yang sempurna, penerapan sanitasi wadah, air serta manajemen budidaya yang sempurna. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan formalin 25 ml/m3 air selama 24 jam, atau Acriflavin dengan dosis 3 mg/l air selama 15 sampai 30 menit yang dilakukan dalam bak atau wadah penampung.

3. Penyakit Tetrahymena

Penyakit tersebut disebabkan oleh Tetrahymena pyriformis.. Parasit dapat menginfeksi kulit dan sirip. Organisme penyebab penyakit tersebut kalau dilihat dengan menggunakan mikroskop berbentuk seperti buah pear. Gejala klinisnya biasanya ikan yang terinfeksi mengosok-gosokkan tubuhnya pada dasar atau dinding bak, serta mengibas-ibaskan siripnya. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan Acriflavin 3 mg/l air dengan cara perendaman selama 15 – 30 menit.

4. Penyakit Costiasis

Penyebabnya adalah Costia necatrix, merupakan parasit yang mempunyai bulu cambuk sebagai alat pergerakannya, dan kalau dfilihan dengan menggunakan mikroskop bentuknya akan kelihatan seperti kacang kedelai. Tetapi dalam keadaan nempel pada kulit akan kelihatan seperti buah pear. Gejala klinis yang ditunjukkannya ikan yang terinfeksi akan kelihatan lebih keruh dan pada infeksi berak maka ikan akan mengalami pendarahan dan luka pada kulit.

Cara penanggulangan yang dapat dilakukan adalah dengan menempatkan ikan pada suhu diatas 30oC. Pengobatan dapat dilakukan dengan Iodine 1 tetes dari larutan stock untuk tiap 5 liter (Larutan stoc dibuat dari 0.5 mg dilarutkan dalam 100 ml air).

5. Penyakit Beludru (Oodiniasis)

Penyakit tersebut disebabkan oleh parasit Oodinium pillularis, sejenis parasit yang mempunyai bulu cambuk sebagai alat geraknya. Organ tubuh yang dapat terinfeksi adalah kulit, insang dan kadang-kadang insang. Gejala klinis yang ditimbulkannya adalah berupa kulit ikan terasa kasar berwarna kuning kecoklatan. Apabila menginfeksi insang maka ikan akan menunjukkan gejala frekuensi pernafasan makin cepat.

Penanggulangan dapat dilakukan dengan menempatkan ikan yang terinfeksi pada air dengan suhu diatas 33oC selama 24 jam. Pengobatan dapat dilakukan dengan memakai Quinine sulfat 10 mg/l air selama 3 hari. Campuran copper sulfat dan asam citrat sebanyak 1.25 ml larutan stock/l air selama 10 hari (larutan stock dibuat dari 100 mg cooper sulfat ditambah dengan 25 mg asam citrat dilarutkan dalat 100 ml aquadest)

6. Penyakit "Gembil".

Parasit ini biasanya menginfeksi ikan jenis koi dan Lion head, dan biasanya merupakan bawaan dari kolam pendederan yang terinfeksi. Banyak terjadi pada ikan ukuran kecil, dan biasanya parasit tersebut berada dalam stadium spora yang membentuk kista dalam jaringan tubuh biasanya pada insang dan bagian badan. Gejala klinisnya adalah berupa bintil-bintil berwarna putih kemerahan yang terdapat pada insang, sehingga tutup insang terlihat selalu terbuka. Jenis yang menginfeksi badan akan menunjukkan benjolan pada tubuh ikan, Parasit tersebut sangat sulit untuk diberantas secara khemotherapy. Satu‑satunya jalan untuk menanggulangi parasit tersebut adalah dengan cara pencegahan, yaitu antara lain dengan menerapkan sistem majemen budidaya yang baik serta sanitasi baik pada kolam pendederan maupun air.

7. Pleistophorosis

Penyakit tersebut dapat menginfeksi ikan air tawar maupun ikan laut. Parasit yang sering terdapat terutama menginfeksi ikan dari jenis neon tetra. Penyebab penyakitnya adalah Pleistophora hypessobryconis. Gejala klinis yang ditujukkannya adalah ikan yang terinfeksi berwarna pucat,dan pada tempat infeksinya akan kelihatan berwarna putih, garis- garis warna pada ikan tersebut seolah terputus, ikan berenamg sangat lemah, kadang-kadang menunjukkan adanya kelainan tulang belakang.

Belum ada cara pengobatan yang dapat dipakai untuk menanggulangi penyakit tersebut. Ikan yang terinfeksi hendaknya segera diambil dari bak dan kemudian dikubur atau dibakar.

8. Penyakit cacing.

Cacing tersebut biasanya terdapat baik pada insang maupun pada kulit ikan. Dactylogyrus sp. dan Gyrodactylus spp., serta Quadriacanthus sp. merupakan parasit yang banyak menyerang ikan budidaya, terutama pada ikan ukuran kecil. Gejala klinis dari ikan yang terinfeksi adalah prekuensi pernafasan/gerakan insang bertambah cepat, ikan berwarna lebih gelap dan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding bak dan lama-lama ikan menjadi kurus.

Penanggulangan parasit ini dapat dengan cara mencegah terjadinya infeksi yaitu antara lain dengan mengurangi padat penebaran. Pengobatan juga dapat dilakukan dengan menggunakan Formalin 150 ml/m3 air, dengan cara perendaman dalam wadah penampung.

9. Penyakit Paser.

Penyakit ini disebabkan oleh Lernaea cyprinaceae. Stadium infektifnya adalah stadium copepodid. Gejala klinisnya biasanya ditunjukkan dengan adanya jasad parasiter yang sudah dewasa tersebut yang menancap pada badan ikan.

Pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman dalam dalam wadah penampung dengan Fenthion 0.25 mg/l air selama 24 jam. Formalin 25 ml/m3 air selama 24 jam dengan cara perendaman. Kedua obat tersebut hanya dapat membunuh parasit pada stadium copepodid.

10. Penyakit "kutu ikan".

Parasit ini terkenal dengan nama kutu ikan (fish lice), bergerak sangat cepat, bersifat sebagai parasit obligat. Namun demikian ia hanya dapat bertahan hidup sementara diluar tubuh inangnya.

Selain sebagai parasit, Argulus juga dapat menjadi penyebab timbulnya infeksi kedua antara lain oleh bakteri, jamur maupun virus karena akibat luka gigitannya.

Pengobatan dapat dilakukan dengan merndan ikan yang terinfeksi dalam suatu wadah penampung dengan larutan garam dapur 1.25% selama 10-15 menit. 

Jenis-Jenis Ikan Palmas

Polypterus bichir bichir - Nile Bichir

Polypterus retropinnis - West African Bichir

Polypterus teugelsi

Polypterus delhezi - Armoured Bichir

Polypterus endlicheri endlicheri - Saddled Bichir

Polypterus ornatapinnis - Ornate Bichir
Polypterus senegalus senegalus - Senegal Bichir
Polypterus weeksii - Mottled Bichir
Polypterus sp. Koliba   
  Polypterus palmas palmas
Polypterus mokelembembe     

Jenis kelamin

Jenis kelamin palmas bisa dibedakan dengan lihat lebar dari sirip anus. sirip anus palmas jantan lebarnya nyaris 2 kali lebar sirip anus palmas betina.

Breeding

Pada saat breeding palmas jantan dapat “memeluk” si betina, lantas dapat menghasilkan sperma pada waktu si jantan “menangkap” telur-telur yang dikeluarkan si betina. sesudah dibuahi telur-telur tersebut dapat jatuh ke atas substrate akuarium. biasanya telur-telur tersebut dapat menetas kurun waktu 4 hari.

Sumber:
http://akuariumhias.blogspot.com/2012/11/ikan-palmas-ikan-naga.html
http://palmaslover.blogspot.com/2011/10/cara-mengatasi-penyakit-ikan-palmas.html

1 komentar:

indo biotech mengatakan...

PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

menyediakan B.ESTRADIOL untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...