Selasa, 08 Januari 2013

Gurami Hias

Ada banyak spesies dari jenis gurami hias ini, di Indonesia ikan ini lebih dikenal dengan nama ikan Sepat, berbeda dengan Gurami yang biasa dijadikan menu makanan kita sehari-hari yang dikenal dengan Giant gourami (Osphronemus gouramy), walaupun di beberapa daerah asalnya ikan Gurami hias atau Sepat ini juga termasuk dalam menu makanan.  
 
Osphronemus gouramy 

Ikan yang termasuk family Belontiidae ini memiliki organ labirin yang membuatnya dapat mengambil oksigen langsung dari udara di atas permukaan air. Hal ini terjadi karena pada habitat alamnya suatu waktu bisa terjadi kondisi dimana kandungan oksigen dalam air berkurang atau sedikit. Ikan ini mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi air dan lingkungan, dan memiliki daya tahan yang baik.

Pada habitat daerah aslinya ikan ini merupakan ikan yang tidak populer, karena selain mudah berkembangbiak yang menyebabkan harganya relatif murah dan mudah ditemukan, ikan ini tidak termasuk daftar ikan hias favorit di masing-masing daerah aslinya. Ikan ini menjadi menarik dan memiliki nilai kelangkaan setelah “berpindah tempat” dari daerah aslinya.

Gurami hias cocok dipelihara dalam suatu akuarium komunitas yang bertemakan aquascape karena ikan ini memiliki sifat pendamai. Pilihlah ikan yang tidak agresif dan seukuran dengan ukurannya, seperti dari keluarga cichlid (dwarf), characins, dan atau ikan jenis labirin lainnya. Gurami jantan cenderung menjaga wilayahnya dari gurami lainnya (bersifat teritorial), oleh karena itu sebaiknya tidak memelihara lebih dari satu jantan dalam satu akuarium, kecuali akuarium tersebut berukuran besar dan atau tersedia tempat untuk masing-masing gurami jantan untuk menetapkan wilayah teritorinya.

Kebanyakan gurami hias menyukai kondisi lingkungan yang bertanaman air, dengan kondisi air netral sampai sedikit asam (pH 6.0 – 8.8) dan relatif lunak, dengan kisaran suhu 22-28 C. Ikan ini merupakan penghuni bagian tengah sampai dengan atas.

Gurami pada umumnya akan memakan semua jenis makanan, tetapi ada baiknya kita mengkombinasikan pakannya dari mulai pakan buatan, pakan beku, pakan hidup, sampai dengan pakan sayuran, seperti cacing kering, cacing beku, cacing dan udang hidup, serta spirulina.

Dalam berkembangbiak, Gurami betina akan menghasilkan telur dan meletakannya pada sarang yang terbentuk dari gelembung udara (bublenest) yang dibuat oleh sang jantan. Pada saat pemijahan Gurami jantan akan lebih agresif, oleh karena itu sebaiknya Gurami betina dipisahkan dari sang jantan setelah menghasilkan telur. Hal ini dilakukan untuk menghindari serangan dari Gurami jantan kepada betinanya, dan juga Gurami jantan-lah yang akan menjaga dan membesarkan anak-anaknya. Pada saat pemijahan ketinggian kolam atau air dalam akuarium diusahakan tidak terlalu tinggi (+/- 15 cm), penerangan yang teduh (tidak terlalu terang), dan suhu yang tidak terlalu dingin, serta hindarkan adanya arus yang berlebih karena akan merusak sarang (bublenest) dari Gurami ini.  
     
Berikut ulasan dari beberapa spesies Gurami hias yang sering kita temukan pada pasar ikan hias di Indonesia: 

GURAMI BIRU

Gurami biru (Blue gourami) memiliki nama ilmiah Trichogaster trichopterus, dimana dalam bahasa Yunani, trichopterus berasal dari kata trichias yang artinya berambut dan pteron yang artinya sayap. Gurami biru berasal dari Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

Ikan ini yang paling sering dijumpai di pasaran ikan hias Indonesia. Gurami biru memiliki beberapa varian spesies, diantaranya adalah yang memiliki dua bulatan hitam horizontal (pada tubuhnya) sejajar dengan mata dikenal dengan nama Three-spot gourami, yang memiliki corak (semburat) loreng hitam semi-vertikal pada tubuhnya dikenal dengan nama Opaline gourami atau Cosby gourami, dan yang memiliki gen albino sehingga terlihat putih dikenal dengan nama Gurami biru albino, serta yang berwarna keemasan dengan corak yang dimiliki Gurami biru yang dikenal dengan nama Golden gourami atau berwarna biru keperakan yang dikenal dengan nama Silver gourami.   


Three-spot gourami
Opaline / Cosby gourami
Albino gourami
Golden gourami
Silver gourami
Warna pada Gurami biru ini dapat berubah, terkadang terlihat lebih nyata dan terkadang pucat, hal ini tergantung dari kondisi ikan (mood) terhadap faktor lingkungannya. Biasanya warnanya akan semakin nyata dan gelap pada saat masuk tahapan pemijahan.

Perbedaan Gurami biru jantan dan betinanya dapat dibedakan dari sirip dorsal nya, dimana sirip dorsal Gurami biru jantan lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih pendek dan membulat. Gurami biru jantan dapat mencapai ukuran 10-12 cm, dan betinanya memiliki ukuran yang lebih besar (membulat).
Gurami biru dapat ditemukan di danau, sungai, rawa, bahkan kanal saluran pengairan. Ikan ini menyukai kondisi lingkungan yang sedikit bertanaman air, dan dapat mentolerir berbagai kondisi air dan suhu.  

GURAMI MUTIARA

Pearl gourami
Gurami mutiara (Pearl gourami) memiliki nama ilmiah Trichogaster leeri. Ikan ini memiliki warna putih keabuan pada tubuhnya dengan bagian kepala dan pangkal sirip berwarna kecoklatan (emas) yang dihiasi dengan bintik berwarna putih mutiara dan garis horizontal hitam dari mulut sampai ke pangkal ekornya diakhiri dengan sebuah titik hitam pada pangkal ekornya. Ikan ini berasal dari Indonesia (Kalimantan,dan Sumatra) dan Malaysia. Gurami mutiara dewasa dapat mencapai ukuran 10 cm. 
Gurami mutiara menyukai kondisi lingkungan dengan banyak tanaman air (ber-vegetasi) sesuai dengan lingkungan pada habitat alamnya.

Perbedaan Gurami mutiara jantan dan betinanya dapat dibedakan dari sirip dorsal nya, dimana sirip dorsal Gurami mutiara jantan lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih pendek dan membulat. Gurami mutiara jantan memiliki warna coklat keemasan pada bagian kepala bawah dan dada yang lebih nyata dibandingkan dengan betinanya.  

GURAMI MOONLIGHT 

Moonlight gourami     
Gurami moonlight (Moonlight gourami) memiliki nama ilmiah Trichogaster microlepis. Dinamakan Moonlight karena warna pada Gurami ini yang seperti cahaya bulan. Bentuk kepalanya lebih membulat dibandingkan dengan spesies gurami lainnya. Ikan ini berasal dari Kamboja dan Thailand. Gurami moonlight dewasa dapat mencapai ukuran 15 cm. 

Gurami moonlight menyukai kondisi lingkungan yang bertanaman lebat dan berarus lambat. Ikan ini lebih sering bersembunyi dan mudah stres, oleh karena itu hindarkan memeliharanya bersama ikan yang lebih agresif. Begitu juga pada saat pemberian makanan, sebaiknya kita memastikan ada makanan lebih yang tersisa bagi Gurami ini, karena ikan ini cenderung akan mengalah dalam perebutan makanan dengan ikan lainnya, bahkan disaat Gurami ini sedang lapar.

Perbedaan Gurami moonlight jantan dan betinanya dapat dibedakan dari sirip dorsal nya, dimana sirip dorsal Gurami moonlight jantan lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih pendek dan membulat, dan juga sirip pelvic pada Gurami moonlight jantan berwarna oranye sampai dengan merah dibandingkan dengan betinanya yang berwarna cenderung kekuningan.   

GURAMI KERDIL

Gurami kerdil (Dwarf gourami) memiliki nama ilmiah Colisa lalia. Gurami ini memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan varian spesies gurami lainnya. Ikan ini berasal dari India. Gurami kerdil dewasa dapat mencapai ukuran 5 cm.

Gurami kerdil memiliki beberapa varian spesies, diantaranya adalah yang memiliki warna merah nyata pada hampir sebagian besarnya tubuhnya dikenal dengan nama Red gourami, yang memiliki warna dominasi biru dengan sedikit corak garis (miring) berwarna oranye pada tubuh dan siripnya yang dikenal dengan Powder blue gourami, yang memiliki warna dominasi oranye kemerahan dengan corak garis (miring) berwarna biru pada tubuh dan siripnya yang dikenal dengan Rainbow gourami, dan yang memiliki warna biru menyala pada hampir sebagian besarnya tubuhnya dikenal dengan nama Neon gourami.  
Dwarf gourami
Rainbow gourami
Powder blue gourami
Neon blue gourami 
Red gourami
Gurami kerdil menyukai kondisi lingkungan yang sedikit bertanaman air. Hindarkan memeliharanya bersama ikan lain yang lebih besar dan agresif.

Gurami kerdil jantan memiliki warna yang lebih nyata dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari betinanya. Gurami kerdil jantan memiliki sirip dorsal yang lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih pendek dan membulat.  

GURAMI MADU  

Honey gourami
Gurami madu (Honey gourami) memiliki nama ilmiah Colisa chuna “Gold”. Dinamakan Gurami madu dikarenakan Gurami ini memiliki warna seperti madu pada tubuhnya. Ikan ini berasal dari India dan Banglades. Gurami madu dewasa dapat mencapai ukuran 5 cm.
Gurami madu menyukai kondisi lingkungan yang sedikit bertanaman air. Ikan ini mudah dipelihara dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.
Gurami madu jantan memiliki warna yang lebih nyata dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari betinanya. Gurami madu jantan memiliki sirip dorsal yang lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih pendek dan membulat.  

GURAMI INDIA  

Banded gourami
Gurami India (Banded gourami) memiliki nama ilmiah Colisa fasciata. Gurami india ini memiliki warna biru pada tubuhnya dan corak loreng berwarna oranye pada tubuh dan tepian siripnya. Sepintas gurami ini terlihat mirip dengan Gurami kerdil Rainbow dan Powder blue gourami, yang membedakan hanya dari ukurannya yang lebih besar dibandingkan dari varian spesies gurami kerdil (dwarf). Ikan ini berasal dari India dan Myanmar. Gurami india dewasa dapat mencapai ukuran 10 cm.

Gurami india menyukai kondisi lingkungan yang bertanaman air. Ikan ini mudah dipelihara dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Gurami india jantan memiliki warna yang lebih nyata dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari betinanya. Gurami india jantan memiliki sirip dorsal yang lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih membulat.  

GURAMI THICKLIP  

Thicklip gourami
Gurami thicklip (Thicklip gourami) memiliki nama ilmiah Colisa labiosa. Ikan ini berasal dari India dan Myanmar. Gurami thicklip dewasa dapat mencapai ukuran 10 cm. Pada saat berukuran 5 cm Gurami ini hampir mirip dengan Gurami kerdil merah (Red gourami), yang membedakannya adalah Gurami thicklip ini dapat tumbuh lebih besar dan tidak memiliki warna biru (menyala) pada sirip punggungnya, warna keseluruhan tubuhnya oranye kecoklatan dengan warna sirip sampai dengan kemerahan.
Gurami thicklip jantan memiliki warna yang lebih nyata dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari betinanya. Gurami thicklip jantan memiliki sirip dorsal yang lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih pendek dan membulat.
Gurami thicklip menyukai kondisi lingkungan yang bertanaman air. Ikan ini mudah dipelihara dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.  

GURAMI PYGMY / SPARKLING   

Pygmy / Sparkling gourami 
Gurami pygmy (Pygmy gourami) memiliki nama ilmiah Trichopsis pumila. Ikan yang termasuk keluarga Osphronemidae ini secara sepintas terlihat seperti ikan Cupang (Betta) ini berasal dari Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Gurami ini mempunyai ukuran yang lebih kecil dari spesies Gurami kerdil (Dwarf gourami) yakni berkisar 4 cm.  Ikan ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda dari spesies Gurami pada umumnya dan memiliki warna biru menyala pada lingkaran matanya, dengan corak garis horisontal berwarna coklat dari kepala sampai dengan pangkal ekornya.

Gurami pygmy dapat ditemukan di danau, sungai, rawa, bahkan kanal saluran pengairan. Ikan ini menyukai kondisi lingkungan yang sedikit bertanaman air diselingi dengan kayu atau bebatuan sebagai tempat bersembunyi. Guramy pymgy agak sensitif terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungannya, seperti perubahan pH yang mendadak. Gurami pygmy ini agak sulit untuk dipelhara dan dikembangbiakan.

Gurami pygmy jantan memiliki warna yang lebih nyata dan memiliki sirip dorsal yang lebih panjang dan meruncing dibandingkan dengan betinanya yang lebih pendek dan membulat.  

GURAMI TAMBAKAN

Gurami tambakan (Kissing gourami) memiliki nama ilmiah Helostoma temminckii. Ikan yang termasuk keluarga Helostomatidae ini mulai diklasifikasikan ke dua spesies yang berbeda, yang memiliki warna putih perak kehijauan dengan sirip dorsal dan anal dikelilingi garis berwarna gelap dikenal dengan nama Gurami tambakan hijau (Green kisser) dengan nama ilmiahnya menjadi Helostoma temminckii, sedangkan yang umum ditemukan dengan warna putih kemerahmudaan dikenal dengan nama Gurami tambakan (biasa) dengan nama ilmiahnya menjadi Helostoma rudolfi. Ikan ini berasal dari Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Gurami tambakan dewasa dapat mencapai ukuran 15-30 cm.  


Helostoma teminnckii

Helostoma rudolfii

Gurami tambakan sering terlihat mengadu mulut oleh karena itulah gurami ini memiliki sebutan “Kissing gourami”. 

Selain memiliki organ labirin, Gurami tambakan ini memiliki gigi yang tersembunyi di balik bibirnya, yang digunakan untuk mengikis lumut (algae) dan pakan sayuran. Oleh karena pakan sayuran masuk dalam daftar makanan Gurami tambakan ini, maka hindarkan tanaman air yang menjadi menu makanannya, atau dapat menggunakan tanaman buatan (artificial) agar tidak rusak dan pemberian pakan yang mengandung spirulina selain pakan hidup.

Gurami tambakan menyukai kondisi lingkungan dengan banyak tanaman (ber-vegetasi), air yang tidak terlalu dingin, dan berarus lambat. 

Gurami tambakan jantan dan betina sulit dibedakan karena masing-masing memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang sama.

Sumber:
http://www.jelambaraquaticlife.com/artikel_fg_the_gouramis.htm

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...