Jumat, 30 November 2012

Jenis Filter yang Umum Digunakan

Filter air ini merupakan salah satu peralatan yang sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap pemelihara ikan hias dan tanaman hias air. Filter air mempunyai fungsi untuk menyaring air akuarium melalui proses filtrasi dengan beberapa media yang mempunyai tujuan penggunaan masing-masing, untuk menghasilkan air yang selalu bersih bagi akuarium.

Pada dasarnya ada tiga jenis fungsi filter yang digunakan, yakni :

  • Filter mekanis, dimana filter ini berfungsi hanya untuk menyaring kotoran dengan menahannya pada suatu medium filter (spons/busa). Filter jenis ini tidak dapat menjaga dan mempertahankan kualitas air.  
  • Filter biologis, dimana filter ini mempunyai fungsi biologikal yang dapat menyediakan suatu media bagi bakteri pengurai untuk berkoloni. Bakteri ini berguna untuk mengubah ammonia dan nitrit yang berbahaya bagi ikan menjadi nitrat yang tidak begitu berbahaya. Dikarenakan bakteri ini merupakan bakteri aerob (membutuhkan oksigen) usahakan filter selalu hidup (on) agar suplai oksigen bagi bakteri ini selalu tersedia, sehingga bakteri dapat bekerja dengan baik. Semakin banyak oksigen yang tersedia bakteri ini akan bekerja semakin baik. Perlu diperhatikan, nitrat yang merupakan produk akhir dari fungsi filter biologis hanya dapat dihilangkan dengan mengganti air.
  • Fungsi kimiawi, dimana filter ini berfungsi menyerap zat-zat kimia yang berbahaya bagi ikan seperti kandungan metal dan ammonia dalam air, dan dapat juga digunakan untuk menghilangkan sisa-sisa dari kimia pengobatan ikan. Contoh filter kimiawi ini antara lain carbon (arang karbon) dan zeolite. Dalam periode pemakaian tertentu filter ini akan mengalami penurunan daya serapnya sehingga dibutuhkan penggantian. 
Gabungan dari ketiga fungsi filter diatas akan sangat baik. Tetapi fungsi utama filter hanya menjaga kebersihan dan mempertahankan kualitas air, dimana dalam periode tertentu air akan jenuh dan kualitas air menurun, oleh karena itu tetap dibutuhkan penggantian air akuarium.
Filter menurut penempatannya dapat dibagi menjadi dua, yakni :
  • Filter yang ditempatkan di dalam akuarium / filter internal (Internal Filter)
  • Filter yang ditempatkan di luar akuarium / filter eksternal (External Filter)
Bentuk dan jenis filter beserta kelebihan dan kekurangannya :

Filter Atas

Filter ini adalah salah satu filter yang paling umum digunakan para pemula dan paling simpel. Terdiri dari dua bagian, yakni kotak (box) yang berisi media filter yang diletakan di atas akuarium dan pompa yang berada di dalam air yang berfungsi untuk menyedot air dari dalam akuarium ke kotak media filter dan keluar melalui pipa pengeluaran yang berada di bawah kotak filter.

Kelebihan :

  • Harga terjangkau.
  • Tidak mengurangi keindahan dan luas akuarium, karena kotak filter diletakan di atas akuarium, kecuali tipe pompa penyedot air yang berada di dalam air, tetapi hal ini masih dapat disamarkan.

Kekurangan :

  • Perlu diperhitungkan rentang / jangkauan kotak filter dan penyangganya agar dapat diletakan di atas akuarium. (hanya cocok untuk akuarum kecil)
  • Biasanya hanya menggunakan kapas saja (filter fisik), tapi sekarang sudah ada dijual kaarbon aktif dan zeloit untuk filter ini. (tapi tetep menurut gw masih kurang efektif, untuk aquarist profesional)

Filter Samping








Filter ini juga termasuk yang paling umum dijumpai. Filter ini terbuat dari kaca dan menempel permanen pada aquarium. biasanya langsung dibuat sendiri oleh penjual aquariumnya.

Kelebihan:

  • Lebih efektif dari filter atas.
  • Graris! karena langsung dibuat oleh penjual aquarium.

Kekurangan:

  • Mengurangi keindahan akuarium.
  • sulit dalam perawatannya.

Undergravel Filter


Filter ini berupa piringan plastik berlubang-lubang yang diletakan di dasar akuarium. Air akan tersedot ke bawah (undergravel) dengan bantuan batu aerasi atau pompa yang terpasang pada tabung pengeluaran, sehingga membentuk sirkulasi.

Kelebihan :

  • Harga terjangkau.
  • Mempunyai fungsi filter mekanis dan biologis yang baik.
  • Filter tidak mengganggu keindahan dan luas akuarium, karena lempeng filter tersembunyi dibawah substrat dasar, dan biasanya tabung pengeluaran terbuat dari bahan yang transparan sehingga mudah untuk disamarkan.

Kekurangan :

  • Dibutuhkan substrat (batu dasar) yang tidak lebih kecil dari lubang-lubang pada piringan filter, agar substrat tidak masuk ke filter.
  • Pada keadaan dimana substrat tertutup oleh kotoran yang lebih besar dan atau ornamen dekorasi seperti batu dan kayu akan mengurangi daya serap piringan filter ini. 
  • Kotoran yang terfilter akan mengendap dan menumpuk di dasar akuarium (dibawah piringan filter) yang tentunya dalam jangka waktu tertentu walaupun ada bakteri pengurai akan menurunkan kualitas air. Untuk mengurangi hal ini dapat dilakukan penyedotan kotoran pada dasar akuarium minimal seminggu sekali.
  • Dasar akuarium (dibawah piringan filter) akan menjadi rumah yang nyaman untuk tumbuhnya keong. 
  • Tidak cocok bagi ikan yang suka menggali dan bersembunyi di substrat dan ikan penghuni dasar akuarium.

Filter Canister

Merupakan filter eksternal berbentuk seperti ember (canister). Biasanya tersusun atas lapisan-lapisan yang merupakan perpaduan antara filter fisik, kimia, dan biologi. Filter eksternal yang diletakan terpisah dengan akuarium, dengan selang pemasukan dan pengeluaran air yang terpasang pada akuarium. Dan merupakan filter pabrikan terbaik menurut saya, tapi sayangnya harganya lumayan mahal bagi pemula.

Kelebihan :

  • Mempunyai fungsi filter mekanis, biologis, dan kimia yang sangat baik.
  • Tidak menggangu keindahan dan luas akuarium karena ditempatkan diluar akuarium, dan selang pengeluaran dan pemasukan air ke dalam akuarium dapat disamarkan.
  • Sangat baik untuk aquascape, karena fungsi filtrasi dengan media yang lengkap menunjang fungsi mekanis, biologis, dan kimiawi, serta arus keluar yang dihasilkan dari pipa pengeluaran tidak besar sehingga tidak "mengusir" CO2 dalam air.
  • Mempunyai kemampuan filtrasi yang sangat baik.
  • Periode pembersihan media filter yang lebih lama dari filter lainnya (tersebut di atas).

Kekurangan :

  • Harga relatif mahal. (sebanding dengan efektifitasnya)
  • Menggunakan komponen mesin yang butuh perawatan dan penggantian pada periode tertentu, sehingga diperlukan pengeluaran biaya tambahan.
  • Perlu menyediakan tempat di luar akuarium untuk menempatkan bagian ember (canister) nya. 

Filter buatan sendiri



Jika merasa belum ada yang cocok dengan filter-filer diatas ga ada salahnya membuat filter sendiri seperti gambar diatas.

A. Kapas
B. Bioball
C. Zeloit
D. Karbon aktif
E. Kapas halus

Ukauran dan media bisa kita sesuaikan sendiri tergantung kebutuhan. Sepeerti menghilangkan salah satu media zeloit atau karbon aktif karena mempunyai fungsi yang sama. Atau kamu hanya mau menggunakan satu media kapas saja. Ukuran filter pun bisa disesuaikan dengan ukuran akuarium.

Kesimpulan

Kesimpulannya, apapun jenis filter yang digunakan diusahakan mengandung filter biologi, fisik, dan kimia.

Catatan:

  • Masih banyak jenis filter yang beredar dipasaran, seperti filter ultraviolet, ozonizer, wet & dry, dll. Disini gw hanya mencantumkan Filter yang paling sering digunakan. Berarti yang tidak tercantum kemungkinannya adalah sangat mahal dan rumit, atau terlalu sederhana dan tidak efektif.
  • Sebaik apapun filter yang dgunakan, diusahakan melakukan penggantian air secara rutin (saran: 50% setiap minggu), untuk menjaga kualitas air dalam kondidi terbaik.
  • Lakukan perawatan dan mengganti media jika sudah tidak layak pakai (saran: setiap bulan)
Sumber:
http://www.jelambaraquaticlife.com/aquarium_equipment_filter.htm
http://o-fish.com/Filter/top_filter.php

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...