Sabtu, 30 Maret 2013

Belida, Di Aquarium atau Di Piring Sama Enaknya



Nama ikan Belida diambil dari nama salah satu sungai di Sumatera Selatan yang menjadi habitatnya, Dikenal juga dengan nama ikan lopis atau pipih merupakan jenis ikan sungai yang tergolong dalam suku Notopteridae  (ikan berpunggung pisau). Jenis ini dapat ditemui di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Semenanjung Malaya, meskipun sekarang sudah sulit ditangkap karena rusaknya mutu sungai dan penangkapan. Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium  sebagai ikan hias.

Karena banyak yang menyukainya, ikan ini lama kelamaan berkurang jumlahnya. Jika tidak segera dibudidayakan, bisa saja ikan belida tinggal nama. Padahal ikan ini merupakan satwa khas provinsi Sumatera Selatan karena dulu banyak ditemui di sungai Musi. Karena berpotensi ekonomi dan terancam punah, lembaga penelitian berusaha menyusun teknologi budidayanya. Hingga 2005, Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin, di Kalimantan Selatan telah mencoba membudidayakan, menangkarkan serta memperbanyak benih ikan belida.

Ikan Belida adalah ikan yang tergolong sebagai ikan purba karena bentuk tubuhnya yang tidak lazim. Apabila ikan pada umumnya memiliki sirip ekor di bagian belakang tubuhnya, maka Ikan belida hanya memiliki sehelai ekor yang melambai-lambai berbarengan dengan gerakan tubuh bagian bawahnya. Bentuk kepalanya yang sedikit bungkuk juga membuat ikan ini unik. Keanehan ikan ini juga terletak pada tatapan matanya yang seakan kosong karena matanya cenderung reflektif dan menampilkan cahaya balik dari sumber cahaya di sekitarnya.

Pada bagian sisinya terdapat lingkaran putih seperti bola-bola hitam yang masing-masing dikelilingi lingkaran putih. Dengan bertambahnya umur hiasan tubuh ikan belida akan hilang dengan sendirinya dan diganti oleh garis-garis kehitaman. Tampilannya yang unik juga membuatnya dipelihara di akuarium sebagai ikan hias. Belida betina memiliki sirip perut relatif pendek dan tidak menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk bulat. Ketika birahi (matang gonad) bagian perut membesar dan kelamin memerah. Jantan memiliki sirip perut lebih panjang dan menutup bagian urogenital, alat kelamin berbentuk tabung, ukuran lebih kecil daripada betina.

Bahan Baku Kuliner

Walaupun sekarang kita mengenalnya sebagai ikan hias di aquarium, namun Di Palembang Belida bernasib cukup tragis. Belida sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan pempek khas Palembang, kerupuk dll. Namun karena kelangkaannya sekarang Pempek Palembang sudah digantikan dengan ikan tenggiri, ikan gabus atau ikan yang lainnya.

Ikan Belida mengandung energi sebesar 120 kilokalori, protein 16,5 gram, karbohidrat 0,4 gram, lemak 5,3 gram, kalsium 52 miligram, fosfor 216 miligram, dan zat besi 1,1 miligram.  Selain itu di dalam Ikan Belida juga terkandung vitamin A sebanyak 233 IU, vitamin B1 0,1 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Ikan Belida, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 60 %.

Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Ikan Belida :
  • Banyaknya Ikan Belida yang diteliti (Food Weight) = 100 gr 
  • Bagian Ikan Belida yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 60 %
  • Jumlah Kandungan Energi Ikan Belida = 120 kkal
  • Jumlah Kandungan Protein Ikan Belida = 16,5 gr
  • Jumlah Kandungan Lemak Ikan Belida = 5,3 gr
  • Jumlah Kandungan Karbohidrat Ikan Belida = 0,4 gr
  • Jumlah Kandungan Kalsium Ikan Belida = 52 mg
  • Jumlah Kandungan Fosfor Ikan Belida = 216 mg
  • Jumlah Kandungan Zat Besi Ikan Belida = 1,1 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin A Ikan Belida = 233 IU
  • Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ikan Belida = 0,1 mg
  • Jumlah Kandungan Vitamin C Ikan Belida = 0 mg

Budidaya

Induk dipelihara didalam akuarium berukuran 1, 5 x1 x1, 2 m dengan ketinggian air 1 m. didalam pematangan gonad induk diberi pakan berbentuk udang fresh atau anak ikan mas lebih kurang 5% dari berat badan /hari. pakan tersebut diberikan 2 x didalam 1 hari yakni pagi serta sore. jumlah pakan baiknya semakin banyak diberikan pada sore hari, karena belida amat tanggapan pada pakan yang didapatkan menyambut malam hari.

Induk yang dapat dipijahkan bila umurnya telah berkisar 2–3 th. atau panjangnya pada 40–50cm. membedakan induk jantan serta betina yakni pada indukbetina sisi belakang kepala ( punuknya ) lebih tidak tipis serta ukuran badannya relatif semakin besar di banding jantan. alat kelamin berupa bulat, sirip perut relatif pendek serta tidak menutupi urogenital. saat masak gonad sisi perut membesar serta kelamin memerah.

Namun induk jantan memiliki ciri seperti berikut yakni sisi belakang kepala ( punuk ) tidak tebal, alat kelamin tidak tebal serta berupa tabung, sirip perut relatif lebih panjang serta menutupi urogenital, dan ukuran badan relatif lebih kecil. pada waktu siap pijah, alat kelamin memerah serta apabila diurut keluar cairan putih keruh. belida sumatera atau kalimantan siap mijah berukuran berat pada 1, 5-5 kg dengan panjang 55cm. sesaat induk belida bangkok telah dapat dipijahkan berukuran berat ± 0, 8 kg serta panjangnya ± 50cm.

Didalam pemijahan ikan belida membutuhkan substrat sebagai area tempelkan telur. subtrat yang dipakai berbentuk batang kayu yang berukuran diameter 15–20cm serta ketinggian ± 20 cm. di balai benih mandianginkalimantan selatan, sistem pemijahanmenggunakan subtrat dari papan kayu ulin ukurannya lebar 50 cm serta tinggi 40 cm yang dimasukkan ke kolam induk. sistem ini diawali dengan pasangan induk masak gonad mulai berdempetan satu sama lain.

Sumber:
http://www.zonaikan.com/2012/07/ikan-belida.html
http://keju.blogspot.com/1970/01/isi-kandungan-gizi-ikan-belida-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html
http://akuariumhias.blogspot.com/2012/12/ikan-belida.html
http://sosbud.kompasiana.com/2013/01/23/ikan-belida-ikon-palembang-akan-punah-527227.html 

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...