Selasa, 19 Februari 2013

Kultur Kutu Air



Kutu air (pada umumnya Daphnia) merupakan salah satu pakan alami yang sangat bermanfaat untuk budidaya benih. Daphnia mengandung protein yang tinggi yang mampu mempercepat laju pertumbuhan ikan. Daphnia dapat dikultur atau dibudidaya dengan mudah dengan bantuan kotoran ayam atau burung puyuh.

Persyaratan Hidup

Daphnia hidup pada selang suhu 18-24 C. Daphnia membutuhkan pH yang sedikit alkali yaitu pH 6,7 - 9,2. Sepertii makluk hidup akuatik lainnya pH tinggi dan kandungan amonia tinggi dapat bersifat mematikan bagi Daphnia.
Daphnia merupakan filter feeder yang berarti mendapat pakan melalui cara menyaring organisme yang lebih kecil atau bersel tunggal seperti algae dan jenis protozoa lainnya. Selain itu membutuhkan vitamin dan mineral dari air. Mineral yang harus ada dalam air adalah kalsium. Unsur ini sangat dibutuhkan untuk pembentukan cangkangnya. Oleh karena itu, dalam wadah pembiakan akan lebih baik jika ditambahkan potongan batu kapur, batu apung dan sejenisnya. Selain meningkatkan pH, bahan tersebut dapat mensuplai kalsium untuk Daphnia.
Daphnia membutuhkan suplay oksigen untuk pertumbuhan dan perkembangbiakannya. Jika oksigen dalam perairan kurang mencukupi Daphnia akan membentuk hemoglobin. Pada kondisi tersebut Daphnia akan berwarna merah. Kurangnya supay oksigen dapat menyebabkan kematian pada Daphnia.

Kultur Daphnia



1. Siapkan media bisa menggunakan bak semen, drum, bahkan ember sekalipun. Tapi kolam tanah akan memberikan hasil yang lebih memuaskan. Keringkan media selama minimal 2 hari hingga benar-benar kering. untuk membunuh bibit-bibit penyakit atau ikan liar dan kodok jika di kolam tanah.
2. Siapkan pakan, bisa berupa kotoran unggas (kering), sayuran yang direbus hingga hancur, ampas kelapa, jerami, atau susu, atau mencampur beberapa komponen diatas secukupnya (sekitar 0,5gram/liter air).
3. Selanjutnya isi media dengan air hingga setinggi 30-50 cm. Dan masukan juga pakan diatas. Jangan sampai media terkena sinar matahari langsung. Beri aerasi dan biarkan beberapa hari hingga air menghijau atau coklat.
4. Masukkan benih kutu air sekitar 30ekor/liter air, atau 0,2 liter indukan untuk setiap 100 liter air, atau satu gelas (200 cc) per 100 liter air.
5. Pada hari ketiga kutu air sudah dapat dipanen. Panen sebaiknya dilakukan 7 hari sekali yang dilakukan pagi atau sore hari karena pada siang hari kutu air berada di bawah permukaan untuk menghindari terik matahari, sehingga sulit diserok. Target kepadatan adalah 3000-5000 ekor/liter Jika dalam waktu 7-10 hari  kita belum mencapai target berarti kultur atau budidaya yang kita lakukan belum bisa dikatakan "sukses".
6. Kutu air yang dikultur dapat bertahan sampai dua bulan. Tetapi seminggu sekali Anda harus menambahkan pakan yang dimasukkan dalam karung yang dilubangi dan diapungkan di koam. Masalah yang sering dihadapi adalah setelah satu minggu air akan berubah coklat keruh dan menimbulkan bau busuk. Untuk itu ganti air 30%-50% dan buang kotoran yang ada didasar. Dan pakan tambahan boleh diberikan sehari setelah penggantian air
Pembudidayaan kutu air tidak memerlukan aerator untuk aerasi udara.

Pengawetan

Budidaya pakan alami seperti halnya Daphnia kadang dipanen pada waktu yang kurang tepat dengan budidaya yang dilakukan. Untuk menyingkapi hal tersebut maka Daphnia yang di panen dapat diawetkan terlebih dahulu hingga menunggu waktu yang tepat untuk diberikan pada ikan. Pengawetan yang dilakukan untuk Daphnia yaitu pengawetan dengan cara dibekukan. Pembekuan tersebut tidak akan mengurangi kandungan gizi pada Daphnia dan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya sehingga dapat diberikan pada ikan sewaktu-waktu. Cara pengawetannya sebagai berikut :
  1. siapkan kantong plastik bening untuk tempat Daphnia;
  2. ambil Daphnia yang telah siap panen dengan sekop halus;
  3. biarkan hingga air yang ikut terbawa pada sekop keluar (tiriskan);
  4. masukkan Daphnia tersebut dalam kantong plastik yang sudah disiapkan;
  5. lipat plastik hingga tidak terjadi kebocoran atau dapat digunakan plaster;
  6. masukkan pada frezer;
  7. berikan Daphnia yang sudah diawetkan tersebut pada waktu yang tepat.
Sebelum diberikan pada ikan, Daphnia yang masih beku direndam dalam baskom yang berisi air agar meleleh. Setelah itu baru diberikan pada ikan. Pengawetan tersebut dapat bertahan 1 minggu. jika terlalu lama kandungan gizi pada Daphnia akan rusak.

Sumber:
http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Pengetahuan%20Populer/view&id=197&uniq=1487
http://zonaikan.wordpress.com/2012/05/17/budidaya-kutu-air-untuk-pakan-ikan/
http://benihikanku.blogspot.com/2009/12/budidaya-daphnia-kutu-air.html
http://www.ogasfarm.com/2012/05/mengembangbiakan-kutu-air-untuk-pakan.html
http://o-fish.com/PakanIkan/kultur_daphnia.php
http://www.ternakcupang.info/2011/01/kutu-air-makanan-favourite-ikan-cupang.html

2 komentar:

Surya Chandra Gobel mengatakan...

pake susu juga bisa ya, makasih nih infonya !

Depot Benih ikan mengatakan...

salam kenal.kami penyedia benih ikan air tawar
melayani pengiriman seluruh nusantara
pengiriman antar pulau port to port
dalam pulau jawa pengiriman via bus.kereta api,travel
alamat kami di desa sonayan,RT.06 RW.20 madurejo prambanan sleman yogyakara
untuk info lebih lanjut:
xl 081915532338
telkomsel 082223676667
indosat 085799068887
pin 75186E38

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...