Minggu, 06 Januari 2013

Pencahayaan Pada Aquascape


Pencahayaan Aquarium
Sumber utama cahaya di bumi adalah matahari dan aquascape pun bisa menggunakan sinar matahari sebagai sumber cahaya utama. Namun perlu diingat bahwa intensitas sinar matahari juga dipengaruhi oleh perubahan musim, kondisi cuaca (awan) sehingga menyebabkan tidak stabilnya jumlah sinar yang diterima aquarium. Kita bisa menggunakan sumber cahaya alternatif yaitu lampu dimana spesifikasi lampu tersebut harus mendekati spesifikasi matahari seperti yang diterima tanaman di alam bebas.
Cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman Sinar matahari yang tampak putih di mata kita merupakan kumpulan dari berbagai jenis spektrum warna (pelangi). Tanaman umumnya menggunakan hampir semua spektrum warna yang ada walau paling banyak yang digunakan adalah spektrum warna biru dan merah.Ketika cahaya melewati air, intensitas akan menurun tapi beberapa spektrum warna dapat melewati air dengan mudah. Gelombang cahaya pendek lebih energik dibandingkan gelombang cahaya yang lebih panjang dan karena itu cahaya yang lebih energik akan melewati air lebih mudah dan cepat. Gelombang yang kurang energik akan lebih lambat melewati air dan akhirnya habis terserap air. Lampu berenergi tinggi yang mempunyai gelombang cahaya yang pendek (biru dan ultraviolet) tidak akan cepat terserap, sehingga tanaman akan menerima spektrum cahaya biru lebih banyak dibandingkan merah.Pigmen klorofil untuk fotosintesis yang digunakan oleh tanaman secara umum, menangkap hampir semua cahaya biru dan merah, walaupun akan lebih efisien menangkap cahaya merah di 650-670 nm.
Cahaya biru digunakan hampir sebanyak cahaya merah karena lebih mudah mendapatkannya, lebih kuat di cahaya matahari dan lebih mudah melewati air. Dalam aquarium, cahaya buatan harus lebih banyak mengandung warna merah walau mungkin menghasilkan warna yang kurang menarik bagi mata. Cahaya buatan dengan banyak warna biru dan merah akan lebih enak dipandang dan memberikan cahaya yang cukup bagi tanaman. Perlu diingat, cahaya biru yang kuat bisa membantu pertumbuhan lumut, sehingga perhatikan keseimbangan cahaya biru dan merah. (diambil dari Encyclopedia of aquarium plants – Peter Hiscock)

Warna yang kita lihat dari sebuah benda dihasilkan dari pantulan warna dari permukaan benda tersebut, sedangkan spektrum warna lain diserap oleh benda tersebut. Tanaman hanya menggunakan sebagian spektrum warna yang spesifik, umumnya spektrum warna yang paling banyak tersedia. Warna dari daun memberikan informasi penting mengenai kebutuhan cahaya. Umumnya tanaman berwarna hijau, tapi beberapa juga mempunyai daun merah dan coklat.Daun berwarna hijau tuaTanaman dengan daun hijau tua menandakan tanaman menyerap spektrum hijau lebih sedikit dibandingkan spektrum warna lain.
Ini menandakan banyaknya klorofil di daun yang menyebabkan tanaman mengambil keuntungan maksimal yang diberikan oleh cahaya yang ada (dalam kondisi cahaya rendah/minim). Tanaman berdaun hijau tua terbiasa hidup di kondisi cahaya rendah dan tidak membutuhkan cahaya tinggi. Tanaman jenis ini mengeluarkan daun baru berwarna hijau muda karena belum mempunyai klorofil sebanyak daun tuanya.Daun berwarna hijau mudaTanaman dengan daun hijau muda kurang efisien dalam berfotosintesis dan mempunyai pigmen fotosintesis disebut klorofil dalam jumlah sedikit. Tanaman berdaun hijau muda membutuhkan cahaya terang untuk mengkompensasi kekurangan klorofil dalam jaringan tubuhnya.
Daun berwarna merah Spektrum merah biasanya merupakan area dimana tanaman sensitif untuk fotosintesis, walau tanaman berdaun merah memantulkan warna merah, bukan menyerapnya. Perubahan warna ini disebabkan kenyataan tanaman menggunakan pigmen carotenoid yang kurang efisien menangkap sinar dibandingkan daun dengan klorofil hijau. Untuk mengkompensasi kekurangan warna merah, tanaman harus menerima spektrum warna hijau dan biru lebih banyak sehingga membutuhkan cahaya lebih tinggi. Beberapa tanaman bisa merubah pigmen yang dibutuhkan untuk fotosintesis . Dalam hal ini, tanaman berdaun merah bisa berubah menjadi hijau jika cahaya kurang.

lighting untuk aquascaping 
Spesifikasi lampu Kita bisa menggunakan lampu apa saja untuk menerangi aquascape kita. Hanya saja ada beberapa spesifikasi yang harus diperhatikan agar bisa digunakan di aquascape yaitu :
Kelvin
Kelvin merupakan temperatur warna dari sebuah lampu. Satuan kelvin diambil dari pemanasan sebuah karbon dimana karbon berwarna merah di suhu 3000 kelvin, berwarna putih kebiru-biruan di suhu 9000 kelvin. Lampu yang cocok untuk aquascape adalah lampu berwarna putih yang umumnya disebut “daylight” berkisar diantara 5000 kelvin – 9000 kelvin. Dibawah 5000 kelvin, maka lampu akan berwarna kemerahan, dan diatas 10.000 kelvin maka lampu akan berwarna kebiru-biruan.LumensBerkaitan dengan topik aquascape, maka lumens bisa dijelaskan sebagai kekuatan cahaya lampu menerobos air. Semakin besar lumens sebuah lampu, maka semakin dalam cahaya lampu tersebut menembus kedalam aquarium. Aquarium dengan kedalaman 50cm membutuhkan lampu dengan lumens lebih sedikit dibandingkan aquarium dengan kedalaman 70cm.

Jumlah cahaya yang dibutuhkan

Setiap jenis tanaman membutuhkan jumlah kekuatan cahaya yang berbeda-beda. Seperti yang dijelaskan di atas, tanaman dengan daun merah membutuhkan cahaya paling banyak dibandingkan tanaman dengan daun berwarna hijau tua.
Untuk itu, kita sebaiknya menentukan jenis tanaman yang akan dipilih karena berpengaruh terhadap jumlah lampu yang akan kita pasang. Kategori yang umum disebutkan adalah : aquarium high light / medium light / low light. Jika kita hendak mencampur jenis tanaman high light dengan tanaman jenis low light maka besar kemungkinan tanaman low light akan mengalami kerusakan sel bahkan terserang lumut/algae. Hal ini akan dijelaskan di artikel algae.
Beberapa sumber suka menggunakan aturan watt / liter dimana perhitungan ini bisa digunakan untuk ukuran aquarium standart volume 60-250 liter dengan tinggi 40-50cm dan menggunakan lampu T8 atau PL yang menghasilkan cahaya merata. Perhitungannya sebagai berikut :
Low light = < 0,5 watt / liter
Medium light = 0,5 – 1 watt / liter
High light = > 1 watt / liter
Aquarium kecil/nano volume dibawah 60 liter membutuhkan cahaya lebih banyak untuk mencapai level cahaya yang sama dari aquarium ukuran standart. Artinya aquarium 30 liter membutuhkan cahaya 30 watt untuk mencapai level medium light.
Cara menghitung volume air dalam aquarium :
Liter = (Panjang cm x Lebar cm x Tinggi cm) / 1000
Contoh = (100 cm x 50 cm x 50 cm)/1000 = 250 liter.

 Lampu T8

lighting lamp aquascaping 
Lampu T8 FluorescentJenis lampu ini yang paling banyak digunakan untuk aquascape. Dengan model tabung memanjang bisa memberikan keuntungan pemberian cahaya yang merata keseluruh sudut aquarium. Namun lampu ini mempunyai ukuran yang cukup besar sehingga banyak memakan ruang atas aquarium jika digunakan di aquarium high light. Ukuran umum lampu T8 = 18 watt (60cm, 1300 lumen), 36 watt (120cm, 3250 lumen)

 Lampu PL

lighting lamp 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Jenis lampu ini dengan ukuran lebih kecil ternyata mempunyai lumens yang lebih tinggi dibandingkan lampu T8 sehingga kita bisa memasang lebih banyak lampu di ruang atas aquarium yang terbatas, sehingga cocok untuk aquascape high light.Ukuran umum lampu PL = 18 watt (21cm, 1200 lumen), 24 watt (31cm, 1800 lumen), 36 watt (41cm, 2900 lumen)

Metal Halide

lamput metal halide














Jenis lampu ini cocok digunakan untuk aquarium dengan kedalaman lebih dari 60cm karena lampu ini mempunyai intensitas lumens paling tinggi dibandingkan jenis lampu lain. Namun perlu diingat bahwa kekuatan lumens lampu ini terfokus di area tepat dibawah lampu. Ukuran umum lampu Metal Halide = 70 watt (5500 lumen), 150 watt (12.000 lumen).

Durasi Lampu

Durasi lampu cukup selama 8 jam setiap harinya. Penggunaan timer sangat dianjurkan agar durasi bisa stabil setiap harinya.

Catatn Tambahan:

  • Untuk aquarium dengan kedalaman lebih dari 70cm disarankan menggunakan MH
  • Untuk aquarium 60 cm kebawah aturan 1 watt per liter akan tidak berlaku, semakin kecil aqua maka harus lebih intense juga watt nya
  • Demikian pula untuk aquarium besar misalkan 400 liter, tidak harus juga lampunya 400 watt
  • Misalkan ingin kombinasi antara tanaman high light dengan low light contohnya bawah cuba, sekaligus anubias, berarti sebisa mungkin diatas anubias ada shading misalkan ranting dikasih moss, atau tanaman berdaun lebar lainnya.
  • Reflector sangat berpengaruh terhadap efisiensi cahaya yang dapat digunakan untuk berfotosintensis
 Sumber:
http://asriwiratama.com/pencahayaan-aquascape/

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...