Sabtu, 05 Januari 2013

Tobiuo Ikan Yang Bisa Terbang


Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Ordo: Beloniformes
Family: Exocoetidae
Genus: Cypselurus
Species: Hirundichthys oxycephalus


Nama latin ikan terbang adalah Hirundichthys oxycephalus. Di Jepang, ikan terbang dikenal dengan nama Tobiuo. Di Majene (Sulawesi Barat), mereka dikenal dengan panggilan ikan tuing-tuing. Ada sekitar 52 spesies ikan terbang di dunia, beberapa di antaranya memiliki dua pasang sirip (satu pasang di sekitar dada dan satu pasang di sekitar perut) yang jika dikembangkan terlihat ikan terbang seperti memiliki empat sayap. Ikan terbang dengan dua pasang sayap ini disebut dengan istilah biplanes, sedangkan ikan terbang yang hanya memiliki satu pasang sayap disebut monoplanes.

MORFOLOGI IKAN TERBANG

Ikan terbang memiliki warna kulit biru dengan perut berwarna putih, sirip dada sangat panjang dan lebar, dan sirip ekor membentuk huruf V. Mata ikan terbang relatif besar dibanding spesies ikan lainnya. Ikan terbang memiliki panjang tubuh rata-rata 17 cm, namun sebagian spesies (California Flying Fish) mampu tumbuh hingga 40 cm.

HABITAT

Ikan terbang menyukai perairan hangat di laut lepas, seperti Samudera Hindia, Pasifik dan Atlantik. Di Indonesia, sebagian besar populasi ikan terbang hidup di perairan Sulawesi, Papua, hingga Flores. Ikan terbang adalah hewan sosial dan senang hidup berkelompok.

MAKANAN

Ikan terbang makan plankton, crustacea hingga ikan kecil.

TELUR IKAN TERBANG

Telur ikan terbang lebih dikenal dengan nama tobiko (bahasa Jepang). Tobiko populer digunakan oleh chef di Jepang dan Amerika dalam tiap hidangannya, terutama sushi. Tobiko lebih besar dari masago (telur ikan capelin), tetapi lebih kecil dari ikura (telur ikan salmon). Untuk menambah nilai estetika dan rasa, tobiko sering dicampur dengan bahan campuran tertentu. Tobiko hijau memiliki rasa pedas hasil percampuran dengan wasabi, tobiko hitam didapat dari percampuran dengan tinta cumi-cumi, tobiko merah didapat dari campuran cabai merah dan tobiko kuning didapat dari campuran yuzu (sejenis jeruk mandarin) dan jahe. Telur ikan terbang memiliki tekstur yang crunchy, segar dan tinggi kandungan protein, vitamin, kolesterol, omega-3, dan omega-6 yang baik untuk tubuh.
gambar telur ikan terbang
Tobiko
Sushi dengan balutan warna-warni Tobiko

Di beberapa negara, telur ikan terbang dipercaya memiliki efek seperti obat dan dapat memperlancar peredaran darah sehingga telur ikan terbang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun dibanding caviar jenis lain, tobiko relatif tidak terlalu mahal (sekitar Rp 60.000/100 gram).
Telur ikan terbang yang menempel pada substrat

SIKLUS HIDUP

Meskipun musim berbiaknya sepanjang tahun, ikan terbang tidak dapat menghasilkan telur setiap saat. Masa puncak produksi telur ikan terbang adalah antara Juni-Agustus, dimana sering terjadi upwelling, arus vertikal yang membawa plankton naik. Dengan jumlah plankton berlimpah, ikan terbang memiliki persediaan makanan yang cukup untuk mereka dan keturunannya. Pada musim ini pula, banyak nelayan yang berburu telur ikan terbang dengan alat berbentuk tabung berbahan rotan dan jerami yang menjadi media ikan betina meletakkan telur. Telur ini selanjutnya dibersihkan hingga kadar seratnya kurang dari 20% sebelum bisa diperjualbelikan. Dengan perburuan ikan terbang dewasa dan juga telur secara berlebihan menyebabkan populasi ikan terbang terus menyusut dengan cepat, karena sistem regenerasi mereka terganggu.

Telur ikan terbang mempunyai benang-benang ikatan (serat) antar telur yang berfungsi untuk melekat pada substrat yang dijadikan sarangnya. Benda yang sering dijadikan ikan terbang untuk meletakkan telur-telur mereka adalah pelepah/daun kelapa yang mengapung atau pada rumput laut Sargasso (Sargassum fluitans).

Setelah bertelur dan dibuahi, ikan terbang akan meninggalkan telur mereka dan telur akan menetas 24-36 jam setelah kawin (biasanya pada malam hari). Anak-anak ikan terbang berjuang hidup mandiri tanpa pengawasan orang tua mereka dengan memakan plankton dan menjauhi predator hingga mereka dewasa. Ikan terbang dapat hidup hingga 5 tahun.

CARA IKAN TERBANG MELAYANG


Kemampuan mereka melayang di atas permukaan laut adalah salah satu bentuk evolusi untuk menghindar dari predator. Memanfaatkan bentuk tubuhnya yang seperti torpedo, ikan terbang mampu berakselerasi dalam air dan mencapai kecepatan hingga 56km/jam sebelum meluncur ke permukaan.

Setelah berada di udara, ikan terbang akan mengembangkan sirip dadanya yang lebar agar tetap melayang dalam waktu yang cukup lama. Perilaku melayang ikan terbang tidak sama seperti burung yang mengepakkan sayap mereka, tetapi lebih mirip dengan tupai terbang. Ikan terbang dapat menembus kecepatan melayang hingga 30km/jam. Saat di udara, ikan terbang menahan nafas, sama halnya saat kita berenang di air.

Saat tubuh mereka mulai turun mendekati permukaan air, ikan terbang akan menggerakkan ekornya untuk kembali ke posisi yang lebih tinggi sehingga dapat tetap melayang. Ekor mereka juga dapat digunakan untuk mengubah haluan/arah. Dengan teknik ini, ikan terbang dapat bertahan di atas permukaan air hingga 43 detik dan dapat menempuh jarak hingga 400m.

PREDATOR

Predator ikan terbang antara lain ikan mahi-mahi/dolphin fish, mackerel, tuna, swordfish, marlin dan ikan besar lainnya.

Ikan terbang menyukai cahaya pada malam hari, sehingga mereka mudah ditangkap oleh nelayan. Ikan terbang banyak di tangkap di Jepang, Barbados, dan Sulawesi Selatan dan diolah menjadi berbagai bentuk komoditas (segar, asin, asap, abon, dll).
Sashimi ikan terbang

FOSIL

Fosil ikan terbang tertua ditemukan di Cina pada tahun 2009, diberi nama Potanichthys xingyiensis dengan panjang 1,53m. Diperkirakan ikan terbang ini hidup 235 – 242 juta tahun yang lalu.



Sumber:
http://adearisandi.wordpress.com/2012/12/20/ikan-terbang/

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...