Selasa, 27 November 2012

Mandarin Fish. Ikan Tercantik Sedunia


Mandarinfish  (Synchiropus splendidus) pertama kali diperkenalkan sebagai pada tahun 1927 oleh Albert William Herre, seorang ahli ikan berkewarganegaraan Amerika yang bekerja di Filipinas. Synchiropus berasal dari bahasa Yunani Kuno "syn-", yang berarti "bersama", dan "chiropus" berarti "tangan-kaki".  Dan splendidus berasal dari bahasa Latin "indah".
Mandarinfish termasuk perciform dari family Callionymidae, subgenus Synchiropus (Pterosynchiropus) 
Synchiropus splendidus memiliki spesies berwarna cerah dari keluarga dragonet, yang terdiri dari dua varietas:
1) Mandarinfish standar dan
2) Psychedelic Mandarin, yang standar biasanya memiliki pola dan warna yg lebih bagus dibanding Psychedelic dengan harga $17 sampai $34 bahkan kalau hasil budidaya dapat dihargai lebih tinggi, hal ini disebabkan karena sudah terbiasa hidup di lingkungan akuarium dan terbebas dari racun sianida sehingga pembeli tidak kesulitan dalam pemeliharaannya.

Klasifikasi.

Kingdom : Animalia
Fhylum : Chordata
Class : Actinopterygii
Family : Callionymidae
Genus : Synchiropus
Species : Synchiropus splendidus

Morfologi.

Mandarinfish merupakan ikan yang unik, cantik bahkan dengan keunikan dan kecantikan warnanya ikan ini masuk dalam daftar 10 besar ikan tercantik di dunia. Corak warnanya seperti jubah kaisar cina sehingga diberi nama mandarinfish. Ikan ini cukup menarik untuk dilihat, dan sangat cocok untuk ditampilkan pada akuarium pribadi. Warna dasar kuning di mulai dari kepala, terus menjadi biru di bagian pertengahan dan oranye di bagian ekor. Bagian atas adalah labirin seperti garis-garis dengan warna biru pucat. Mandarinfish memiliki tubuh yang relatif pendek, sirip bulat dan besar, kepala dan mata besar dan menonjol. Ikan jantan memiliki sirip punggung yang lebih panjang dan umumnya ukuran lebih besar dari pada betina. Ukuran mulut relatif kecil dan mengarah kebawah sehingga lebih mudah memakan pakan hihup yang singgah atau menempel di substrat.

Habitat.

Mandarinfish bersifat pemalu dan sebagian besar pasif. Biasanya ditemukan berkelompok dipatahan karang yang rusak atau di bawah karang mati. Jenis ikan ini banyak ditemui Pasifik Barat dan di Segitiga Karang keanekaragaman hayati, yang mencakup Malaysia, Indonesia, Filipina dan Australia.

Makanan.

Berdasarkan analisis usus 7 ikan liar, Sadovy et al (2001) mmenyimpulkan bahwa mandarinfish menyukai makanan campuran yang terdiri dari copepoda harpacticoid, cacing polychaete, gastropoda kecil, amphipods gammaridean, telur ikan dan ostracods. Di alam, mandarinfish aktif makan pada siang hari, dengan mematuk selektif pada mangsa kecil yang menempel pada substrat.

Budidaya.

Penempatan lokasi

Lokasi yang digunakan dekat dengan pantai sehingga mudah mendapatkan air laut dan mendapatkan cukup banyak cahaya matahari sehingga dapat mencegah penyakit white spot pada ikan.

Persiapan Bak Induk

Wadah yang digunakan dalam pemeliharaan induk ikan hias mandarinfish yakni dapat berupa bak fiber, bak beton maupun yang terbuat dari plastik dan volumenya disesuaikan dengan kepadatan induk yang dipelihara. Biasanya 30 – 50 ekor per ton karena jika terlalu padat akan mudah terserang penyakit dan menularkan ke induk lainnya. Wadah yang digunakan dilengkapi dengan pipa pemasukan (inlet) dan pengeluaran (outlet) air laut serta perlengkapan aerasi, jumlah titik aerasi pada masing - masing bak pemeliharan induk minimal 3 titik dengan tekanan yang sederhana agar telur tidak tercerai – berai sehingga memudahkan dalam pemanenan.

Seleksi Induk

penyeleksian dilakukan dengan penimbangan bobot, pengukuran panjang tubuh ikan, pengamatan organ tubuh dan kondisi kesehatan ikan. Umumnya induk berukuran 5 – 7 cm dengan bobot 1,51 – 4 gram. Sebaiknya induk yang digunakan berukuran bear agar dapat menghasilkan telur yang banyak dan benih yang unggul.

Manejemen Induk

Dalam manajemen induk yang perlu diperhatikan adalah kesehatannya terutama napsu makan ikan dimana jika napsu makan menurun berati ikan tersebut kurang sehat dan perlu dilakukan penanganan khusus terutama perendaman air tawar untuk melepaskan parasit yang menempel pada tubuh ikan dan bersamaan dengan itu bak disterilkan dengan menggunakan kaporit untuk menghilangkan bibit-bibit penyakit tersebut dan setiap hari dilakukan penyiponan dasar bak untuk membersihkan kotoran di dasar bak.

Manajemen Pemberian Pakan

Pakan yang diberikan adalah pakan hidup (Life food) berup aartemia dewasa, copepoda, udang renik, larva mollucca dan cacing renik yang diberikan secara adlibitum. Karena pakan yang diberikan adalah pakan hidup sedangkan ikan hias mandarinfish termasuk ikan pemakan lambat dan terkadang pakan yang diberikan pada pagi hari belum habis di sore hari sehingga pemberian pakan dapat dilakukan 1 – 2 kali sehari,

Pengelolaan Kualitas Air

Pengelolaan kualitas air pada pemeliharaan induk meliputi penyiponan dan pengurangan air. Penyiponan dilakukan setiap sebelum dan sesudah pemberian pakan. Penyiponan yang dilakukan sebelum pemberian pakan bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran yang mengendap setelah proses metabolisme malam hari sedangkan penyiponan sesudah pemberian pakan bertujuan untuk membuang sisa-sisa pakan yang mati dan mengendap di dasar dan tidak termakan. Proses tersebut dilakukan untuk menjaga air tetap stabil. Setiap pagi dan sore hari pengurangan air dilakukan hingga 20% dari volume air dalam bak.

Pemijahan Induk

Induk betina yang siap memijah ditandai dengan perut yang besar yang diikuti oleh jantan dengan melayarkan sirip punggungnya sambil mendekati betina hingga keduanya pelan-pelan naik kepermukaan sambil melepaskan telur dan sperma. Pemijahan terjadi pada waktu memasuki  malam/petang dan pemijahan secara alami. Pemijahan terjadi antara pukul 18.00-19.00. Telur ikan mandarin mengapung dipermukaan air dan saling melekat sehingga mudah dipanen. Pemijahan dapat berlangsung setiap malam tergantung banyaknya induk yang dipelihara dan keahlian dalam mengelola induk tersebut.

Panen Telur

Panen telur sebaiknya dilakukan pada malam hari karena jika keesokan harinya bias jadi telur tersebut sudah menetas. Teknik pemanenan telur dapat dilakukan dengan dua cara: pertama dengan menggunakan gayung dimana gumpalan-gumpalan telur tersebut diserok dan dipindahkan ke bak larva, kedua dengan menggunakan kolektor dengan system penampungan telur yang tentunya dengan system air mengalir.

Pencegahan dan Pengobatan Terhadap Penyakit

Pencegahan penyakit terhadap induk ikan hias mandarinfish dapat dilakukan dengan teknik perendaman air tawar, batasan waktu yang diperlukan untuk perendaman tersebut disesuaikan dengan kemampuan ikan jika ikan sudah terserang penyakit tidak mampu bertahan lama di dalam air tawar sehingga harus dibarengi dengan pengobatan. Obat yang biasa digunakan adalah acriflavin dan elbasin. Biasanya jika ikan hias terserang penyakit dalam satu wadah maka yang lainya akan tertular sehingga secara keseluruhan harus ditangani namun jika ada yang sangat parah harus dipisahkan dengan yang lainnya untuk menghidari penularan yang berkesinambungan.

Sumber:
http://gemawirausaha.blogspot.com/2012/11/pengelolaan-induk-ikan-hias.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...